Senin, 17 Januari 2011

Awas Bahaya!: radius tidak aman

Sampai kapanpun , Dosa itu terbukti memukul kita sekeras-kerasnya.....

Sampai kapan kita berada pada batas wilayah tidak aman, .....awas bahaya mengancam kapan saja dan dimana saja: HARTA.......WANITA......TAHTA  dapat menjadi berkat sekaligus ancaman bagi jiwa kita.
Taatilah status peringatan yg sudah dipasang Tuhan didepan kita !!!!!!

II Samuel 11 : 1-21
Peringatan pertama:
Awas bahaya kalau kita mulai meninggalkan tanggungjawab!
11:1Pada pergantian tahun, pada waktu raja-raja biasanya maju berperang, maka Daud menyuruh Yoab maju beserta orang-orangnya dan seluruh orang Israel. Mereka memusnahkan bani Amon dan mengepung kota Raba, sedang Daud sendiri tinggal di Yerusalem.

Israel baru saja mengalahkan Siria yang disewa Amon. Sangatlah mungkin Daud berasumsi bahwa perang melawan Amon bukan masalah besar, (karena sekutunya sudah ditaklukkan) sehingga no problem jika perang di delegasikan pada orang kepercayaan. 
Sementara seharusnya dia (raja Daud) menjadi pemimpin di medan perang, namun dia membiarkan sakit demam sebagai alasan absen di pertempuran dan tetap santai dirumah, menjauhkan dari tugas bela negara. 
Tanggungjawab besar dalam membela martabat bangsa, persoalan hidup mati manusia dianggap enteng oleh Daud dengan alasan yg sangat tidak penting!

Mengabaikan tanggung jawab adalah problem besar, karena dari sinilah langkah pertama Daud mengalami kemerosotan rohani sampai jatuh pada titik nadir.
dimulai dari meninggalkan tanggung jawab, ia terpersok dalam skandal seksual sampai pembunuhan berencana, tragis memang.....
Aplikasi:
Pernahkah kita mengganggap ringan tanggung jawab yg Tuhan percayakan ? dengan spontan kita bisa saja kita berkilah ah itu...sudah umum, perkara biasa, masalah kecil, tidak perlu dipersoalkan. Tetapi Allah menilai bahwa lari dari tanggung jawab adalah PENYELEWENGAN, PERKARA yg berimplikasi luas  bahkan menghancurkan hidup sendiri. Lari dari tanggungjawab sama dengan menghentikan peranan manusia sebagai mitra kerja Allah secara sengaja & terang terangan.
    • Kita sering berpikiran bahwa 24 jam sehari & 7 hari dalam seminggu: hanya 2 jam saja milik Tuhan - untuk kebaktian digereja selebihnya bebas kita kelola sendiri. Padahal 24 & 7 hari seminggu sepenuhnya milik Tuhan yg harus dikelola secara bertanggungjawab
    • Melayani Tuhan dikonsepkan ada di dalam gereja saja, sehingga menyebut melayani partimer atau fulltimer. Seharusnya semua orang adalah hamba Tuhan yg harus bertanggungjawab penuh fulltime untuk Tuhan. 
    • Konsep keseimbangan (takaran nilai sama banyak) tak akan dapat menjawab seluruh persoalan tanggungjawab kita. kapan harus belajar, kapan melayani Tuhan, kapan bekerja, mengurusi rumah tangga dll menjadi rancu, jika standarnya adalah takaran berimbang. Allah menuntut semuanya harus dipertanggungjawabkan tuntas: solusinya adalah skala prioritas tanggungjawab. apapun yg kita lakukan kita lakukan untuk Tuhan.
Apapun panggilan hidup  kita: guru, tentara, pegawai negara, pengusaha, karyawan, para medis, hamba Tuhan, pelajar/ mahasiswa. Nyatakan bentuk pengabdian kita dengan pelayanan prima & berkualitas.  Tidak ada tanggungjawab terlalu kecil yg boleh saja  diabaikan.
karena tanggungjawab meyimpan tujuan Allah yg harus kita perankan selama didunia ini
Kegagalan mengemban tanggungjawab saat ini menjadi memicu kehancuran masa depan.
Tuhan Yesus berkata: bermula dari kesetiaan tanggungjawab sekarang ini Allah sedang mempersiapkan tanggungjawab lebih besar untuk kita.


Ingat kesalahan satu dapat menambahkan kesalahan lain yg lebih besar!

Peringatan kedua:
Awas bahaya membiarkan kepribadian tidak terkendali!
11:2
Sekali peristiwa pada waktu petang, ketika Daud bangun dari tempat pembaringannya, lalu berjalan-jalan di atas sotoh istana, tampak kepadanya dari atas sotoh itu seorang perempuan sedang mandi; perempuan itu sangat elok rupanya.
11:3
Lalu Daud menyuruh orang bertanya tentang perempuan itu dan orang berkata: "Itu adalah Batsyeba binti Eliam, isteri Uria orang Het itu."
11:4
Sesudah itu Daud menyuruh orang mengambil dia. Perempuan itu datang kepadanya, lalu Daud tidur dengan dia. Perempuan itu baru selesai membersihkan diri dari kenajisannya. Kemudian pulanglah perempuan itu ke rumahnya.

Saat itu waktu shari menjelang petang, dan Daud baru bangun dari pembaringannya. Dan dia keluar bukan untuk menyibukkan diri dengan tugas pemerintahan. Daud sedang mengambil kesempatan untuk mengintip!
“tampak kepadanya dari atas lantai istana itu seorang perempuan sedang mandi” (2 Sam. 11:2).
ia demikian menikmati presentasi vulgar  dan membiarkan matanya berpesta melihat setiap lekuk tubuh Betsyeba, sampai dia tidak bisa menolak untuk segera mendapatkannya.
Dicobai bukan dosa. tetapi meyerah pada pencobaan itu dosa!
Betsyeba bukannya tidak bersalah. Dia mungkin tidak sengaja menggoda Daud, tapi dia tidak hati-hati dan bijaksana. Mandi dan bertelanjang dihalaman, kemungkinan besar  bisa dengan jelas terlihat diatas loteng tetangga sebenarnya mengundang masalah. Seharusnya dia bisa mandi ditempat tertutup. Berbahaya dengan sengaja atau tidak mempertontonkan kecantikan tubuh diluar zona privat dampaknya mereka yg diluar servis areapun berhasrat menikmatinya, betuuuuuul......




Aplikasi:
Pada dasarnya keinginan yg tak terkendali tidak usah menunggu datangya stimulan vulgar dari luar, apa saja dapat diasosiasikan negatif: apalagi gambar, film, perkataan, penampilan orang yg berbau negatif.
Benarkah sebagian wanita tidak menyadari liarnya kelemahan mata pria? Saat ini bahkan banyak wanita yg dengan sengaja menampakkan aura kewanitaan didepan umum tanpa rasa malu, tanpa menyadari sikapnya merupakan stimulan langsung yg sangat mungkin bagi orang lain untuk berbuat tidak senonoh.
Dunia modern ini memanfaatkan situasi psikologis manusia yg mau pamer lekuk tubuh dengan model fashion yg makin hari makin terbuka, semakin hari tambah naik keatas, membutuhkan sedikit bahan kain karena makin banyak lubang anginnya.
bagai gayung bersambut air segar....ikan akan menemukan tempatnya di air
jika kita dengan sengaja menyediakann diri sebagai habitat tumbuhnya rumput liar...
awas berbahaya: kita sedang dijalur radius tidak aman....



Peringatan ketiga:
Awas bahaya menyalahgunakan kepercayaan!


11:3Lalu Daud menyuruh menanyakan siapa wanita itu, dan diberitahu kepadanya bahwa wanita itu bernama Batsyeba; ayahnya bernama Eliam dan suaminya adalah Uria orang Het.
11:4Daud menyuruh menjemput wanita itu, dan setelah ia datang ke istana, Daud tidur bersamanya. (Batsyeba baru saja selesai melakukan upacara penyucian sehabis haid). Lalu pulanglah ia ke rumahnya.
11:5Beberapa waktu kemudian Batsyeba mulai mengandung, lalu ia mengirim kabar kepada Daud tentang hal itu.
11:6Segera Daud mengirim perintah kepada Yoab, katanya, "Suruhlah Uria orang Het itu datang kepadaku." Maka Yoab menyuruh Uria menemui Daud.
11:7Ketika Uria menghadap Raja Daud, raja menanyakan bagaimana keadaan Yoab dan pasukan Israel, dan juga bagaimana jalannya peperangan.
11:8Kemudian Daud berkata kepada Uria, "Pulanglah ke rumahmu danberistirahatlah sebentar." Setelah Uria meninggalkan istana, Daud mengirim hadiah ke rumah Uria.
11:9Tetapi Uria tidak pulang melainkan tidur di depan pintu gerbang istana bersama para pengawal raja.
11:10Kepada Daud diberitahukan tentang hal itu. Maka ia bertanya kepada Uria, "Engkau baru saja kembali dari perjalanan jauh, mengapa tidak pulang ke rumahmu?"
11:11Jawab Uria, "Tentara Israel dan Yehuda sedang berjuang mati-matian dan Peti Perjanjian TUHAN menyertai mereka; Yoab panglima kami dan para perwiranya berkemah di padang. Masakan hamba ini pulang ke rumah, dan makan minum serta tidur dengan istri hamba? Demi nyawa Baginda dan nyawa hamba, hamba tidak akan melakukan itu!"
11:12Lalu kata Daud, "Sudahlah, beristirahatlah lagi di sini hari ini dan besok pagi akan kuizinkan engkau pergi." Jadi Uria tinggal di Yerusalem pada hari itu. Pada hari berikutnya ia diundang makan oleh Daud.
11:13Maka makanlah ia dan diberi kepadanya banyak minuman sehingga ia mabuk. Tetapi pada malam itu pun Uria tidak juga pulang ke rumahnya, melainkan tidur beralaskan selimutnya di dalam ruang pengawal istana.
11:14Keesokan harinya Daud menulis surat kepada Yoab, dan mengirimkannya dengan perantaraan Uria.
11:15Tulisnya, "Tempatkanlah Uria di garis depan, di mana pertempuran paling sengit, lalu mundurlah engkau tanpa setahu dia supaya dia tewas."
11:16Maka sementara Yoab mengepung kota itu, Uria disuruhnya pergi ke tempat yang setahunya dijaga kuat oleh musuh.
11:17Ketika tentara musuh keluar dari kota dan menyerang pasukan Yoab, beberapa orang perwira Daud terbunuh, termasuk Uria.
11:18Kemudian Yoab mengirim utusan kepada Daud untuk memberitahukan jalan pertempuran itu.
11:19Perintah Yoab kepada utusan itu, "Setelah baginda mendengar laporanmu tentang jalannya pertempuran ini,
11:20mungkin ia menjadi marah dan bertanya kepadamu, 'Mengapa kamu begitu dekat dengan kota itu? Bukankah kamu tahu bahwa musuh pasti akan memanah dari atas tembok-temboknya?
11:21Sudah lupakah kamu bagaimana Abimelekh anak Gideon itu terbunuh di Tebes? Bukankah dia mati karena seorang wanita melemparkan batu gilingan tepung dari atas tembok kepadanya? Jadi, mengapa kamu begitu dekat dengan tembok itu?' Jika Baginda bertanya begitu, katakanlah kepadanya, 'Uria perwira Baginda, juga gugur!'"
11:22Lalu pergilah utusan itu menghadap Daud dan memberitahukan apa yang diperintahkan Yoab kepadanya.
11:23Utusan itu berkata, "Lawan kami lebih kuat dan mereka keluar dari kota menyerang kami di padang. Tetapi dengan sangat gigih kami mendesak mereka kembali sampai ke pintu gerbang kota.
11:24Kemudian dari atas tembok mereka memanahi kami, dan beberapa orang dari perwira Baginda termasuk Uria telah gugur."
11:25Daud berkata kepada utusan itu, "Kuatkanlah hati Yoab dan katakanlah kepadanya supaya jangan berkecil hati, sebab tidak dapat diramalkan siapa yang akan mati dalam pertempuran. Katakanlah kepadanya supaya melancarkan serangan yang lebih hebat lagi terhadap kota itu sampai kota itu menyerah."
11:26Ketika Batsyeba mendengar bahwa suaminya telah mati, ia berkabung.
11:27Kemudian sehabis masa berkabung, Daud menyuruh jemput wanita itu ke istana dan ia menjadi istrinya. Beberapa bulan kemudian ia melahirkan seorang putra. Tetapi TUHAN tidak senang dengan perbuatan Daud itu.
Daud dapat melakukan apa saja yg dengan otoritasnya sebagai raja Israel, panglima perang, pemimpin pemerintahan.

Perhatikan bagaimana dominasi kata perintah secara berulang-ulang yg digunakan Daud!: menyuruh, memerintah, mengatur siasat dari perkara seksual sampai kematian seseorang.
Lihatlah realita kemerosotan moral Daud yg dimulai dari sikap meninggalkan tanggungjawab, kepribadiannya tidak terkendali, skandal seksual, siasat jahat sampai pembunuhan.
Awas bahaya ! Dosa melahirkan dosa.....kesalahan kecil berubah pelanggaran luar biasa.
Jabatan/kekuasaan/pangkat tidaklah dosa tetapi menyalahgunakan wewenang untuk kepentingan diri sendiri adalah berbahaya!
Jabatan terhormat, kekayaan, ketenaran berpotensi besar menggoda kita untuk bersikap rakus mengembangkan hasrat yg jahat dimana kepentingan sendiri menjadi dimutlakkan mengalahkan kepentingan yg lebih luas.
Sadarlah bahwa kemakmuran justru menjadi lebih berbahaya dibanding penderitaan. Karena penderitaan orang menjadi makin mengenal Tuhan dengan benar, hidup bersardar pada Tuhan. Namun,
dengan kemakmurannya manusia dapat berbuat apa saja mengeksploitasi lingkungan atau orang disekitarnya untuk kepuasan pribadi. Tuhan menilai seagai perbuatan yg tidak menyenangkan hatiNya.

Aplikasi:
Tidak ada seorangpun yg kebal terhadap dosa bahkan bagi kita yg menyuarakan peringatan terhadap bahaya dosa sekalipun. harta....wanita...tahta tetap menjadi ancaman nyata bagi semua.
Kekuasaan dapat menjadi faktor pendorong orang untuk berbuat korup. 
kekayaan dapat menggoda orang untuk membeli kenikmatan yg liar.
Kecantikan...ketampanan..ketenaran berpotensi pamer yg menenggelamkan kemuliaan Tuhan.
Semua bentuk dosa dapat terjadi jika kita berada diradius bahaya
Tidak ada dosa kecil, dosa besar atau dosa tanggung, semua dosa harus dibayar dengan pukulan yg sekeras kerasnya, semuanya melukai hati Tuhan, Tuhan berterus terang tidak senang dengan perbuatan dosa! Walaupun tersedia anugerah pengampunan namun kita tidak perlu menunggu jatuh lagi dalam dosa yg sama setiap hari. Pencobaan tidaklah dosa...godaan tidak juga dosa tetapi menuruti godaan berujung pada dosa.


kita tidak dapat melarang burung terbang diatas kita namun kta dapat melarang burung bersarang diatas kepala kita.
Awas bahaya, jika berada pada radius tidak aman!!!

by: Haris Subagiyo

Tidak ada komentar:

Posting Komentar