Jumat, 04 Februari 2011

5. Menahan biola dan penempatan jari


Memegang Biola 01
Memegang Biola 01
Posisi tubuh tegap, dada sedikit dibusungkan (tidak bungkuk), kepala dan pandangan tetap lurus ke depan.
Pegang biola anda (Gambar 1), letakkan diatas bahu (pandangan tetap kedepan)(Gambar 2), lalu menoleh ke kiri (Gambar 3) dan letakkan dagu diatas chin rest(Gambar 4).
____________________________________________________
Memegang Biola 02
Memegang Biola 02
Perhatikan jarak biola diantara dagu dan bahu (Gambar A)Jika tidak menggunakan shoulder rest, maka : bahu dimajukan (Gambar B), sebaiknya bukan diangkat keatas (Gambar C), dan bila perlu, dagu (kepala) dapat “sedikit” menunduk(Gambar B), jika terlalu banyak menunduk, otot leher akan cepat tegang.
Bagi sebagian orang, hal ini tidak menjadi masalah apabila memiliki banyak lemak di bahu dan pipi (dagu) :)
Pemain biola jaman dulu tidak menggunakan shoulder rest dan chin rest(alat ini belum ditemukan), bahkan sekarang-pun tidak sedikit pemain biola yang bermain biola tanpa menggunakan shoulder rest, tentunya ini bukan masalah bagi mereka.
Apabila anda memegang biola dengan cara ini (Gambar D), kepala memang akan terasa nyaman, tetapi, beban biola akan tertumpu pada tangan kiri, ini akan menghambat pergerakan tangan nantinya.
Saya menyarankan untuk menggunakan shoulder rest, (Gambar E), terlebih bila anda termasuk dalam kategori orang tinggi, kurus atau langsing dsb, tentu memiliki leher yang panjang. Shoulder rest membantu posisi kepala tetap dalam keadaan natural, tidak menunduk, miring kiri/kanan, serta bahu tidak melambung tinggi . Dalam hal ini, meski tanpa bantuan tangan, biola dapat dipegang (ditahan) oleh bahu dan dagu dalam keadaan tubuh yang rileks.
Selalu ingatkan diri sendiri mengenai posisi tubuh untuk tetap tegap, dan – sekali lagi, apapun pilihan anda (dengan atau tanpa menggunakan shoulder rest), latih-lah didepan cermin dan pertahankan bahu serta dagu (kepala), pada posisi yang nyaman dengan posisi tubuh tetap tegap. Untuk membantu, dada dapat dibusungkan. Ingat!, awal latihan pasti cepat kelelahan, namun jika dilatih perlahan, lama kelamaan akan terbiasa.
____________________________________________________
Memegang Biola 03
Memegang Biola 03
Perhatikan 3 buah titik bulat (lingkaran) berwarna putih, ini menandakan bahwa posisi siku tangan kiri, mata, hidung, dan scroll, bila dilihat dari arah scroll(samping), hampir berada dalam titik vertikal yang sejajar. (Gambar 1 & 2).
Siku dan lengan atas tangan kiri disarankan untuk tidak bersandar pada tubuh, yang sering dilakukan pemula untuk menahan berat biola. Hal ini hanya akan menghambat gerakan tangan.
  • Sedangkan garis lengkung merah, arah anak panah menunjukkan posisi siku yang sudah dimajukan dari posisi awal lengan, supaya sejajar dengan mata/hidung dan scroll.
  • Jika siku (lengan) di majukan lagi (Gambar 3), posisi seperti ini memberisupport yang baik pada jari.
Garis putus-putus berwarna hijau pada gambar 1 menandakan bahwa lengan bawah tangan kiri dan telapak tangan berada dalam posisi lurus (natural).
____________________________________________________
Memegang Biola 04
Memegang Biola 04
Telapak tangan sebaiknya tidak bersandar pada leher biola, sebab telapak tangan akan menjadi penghalang ketika tangan hendak bergeser pada posisi yang berbeda(violin volding 04).
____________________________________________________
Memegang Biola 05
Memegang Biola 05
Untuk pemula, letak jari telunjuk menjadi patokan membunyikan nada (menekan senar). titik ruas pertama jari (gambar A), atau ruas pertama jari telunjuk (gambar B), diletakkan pada nut, sehingga ketika jari telunjuk “diturunkan” diatas finger boarduntuk menekan senar, akan menghasilkan bunyi yang benar (nada B), tetapi ketepatan nada (intonasi) berada pada telinga anda. Gunakan digital tuner sebagai bantuan.
Untuk menghasilkan jari yang kuat, ringan, serta rileks, lengkungan jari perlu dijaga (perlu dilatih), ini merupakan poin penting. (gambar B).
Orang yang piawai dalam bermain gitar atau piano, memiliki kemudahan dalam belajar biola.
Jari jempol diletakkan pada neck (leher biola), perhatikan titik putih (gambar C)pada jari jempol, anda bisa menggunakan titik tersebut sebagai acuan peletakkan jempol pada neck.
Jempol hampir selalu berdampingan dengan jari telunjuk, dan “fleksibel” mengikuti arah pergerakan “jari-jari” (telunjuk, tengah, manis, kelingking) di atas fingerboard.
  • Saat “jari-jari” bermain pada senar G, maka jempol akan bergerak “turun” mengikuti arah pergerakan jari, (gambar D) dan
  • Ketika “jari-jari” kembali lagi dari arah senar G menuju pada senar E, maka jempol akan bergerak “naik” (gambar E)
Pergerakan jempol disini sebenarnya hanya sedikit, hal ini akan berjalan secara otomatis ketika anda memahami konsep pergerakannya yang bersamaan ketika lengan (siku) dimajukan. Hal ini berkaitan dengan penjelasan sebelumnya bahwa lengan bawah tangan kiri dan telapak tangan sebaiknya berada dalam posisi lurus.
  • Neck dan fingerboard saya katakan sebagai “pusat pergerakan tangan kiri”.
  • Sekali lagi saya ingatkan bahwa biola dipegang oleh bahu dan dagu, jangan gunakan jari jempol atau jari lainnya sebagai tumpuan untuk menahan berat biola, supaya tangan kiri dapat bergerak leluasa.
  • Awal belajar, pasti kita menemukan banyak kendala, jangan memaksakan keadaan bagian tubuh anda yang lelah (mengalami rasa sakit), sebaiknya beristirahat.
  • Durasi waktu latihan antara 5 sampai 10 menit setiap hari akan mendapatkan hasil yang sangat baik daripada anda latihan langsung selama 2 jam, tapi dilakukan hanya seminggu sekali, atau 1 jam setiap dua hari sekali (ini akan memakan waktu yang lebih lama), ibaratnya “maju tiga langkah, mundur 2,5 langkah”.
  • Jika sudah terbiasa, barulah anda mulai dengan durasi waktu latihan minimal 1 jam dalam sehari.
Video Tutorial

CERMIN ADALAH “GURU” BIOLA YANG BAIK

Tidak ada komentar:

Posting Komentar