Kamis, 09 Juni 2011

DIUBAHKAN dari KEBAIKAN menuju KESEMPURNAAN

Standar normatif manusia hidup adalah : "menjadi orang baik". Namun rancangan Allah bagi manusia tidak terbatas membawa manusia berhasil melakukan KEBAIKAN saja. Allah tidak puas dengan kinerja baik atau berhenti pada prestasi menjadi baik . Allah akan terus bekerja memindahkan kita sampai menuju KESEMPURNAAN. sanggup bersinar mengekspresikan kehidupan yg agung, mulia dan  berkenan  dihadapan Allah.
Thema central yg diusung Tuhan Yesus dalam misinya kedunia ini, dapat dirangkum dengan satu kata: " transformasi" Terjadi perubahan, peningkatan kualitas hidup, berpindahnya kualitas kehidupan menuju pada tata nilai yg bermutu tinggi. 



Apa relevansinya perayaan Kenaikan Tuhan Yesus kesorga dengan realita hidup kita saat ini?. 

  • Kita sering memaknai Kenaikan Tuhan Yesus ke sorga secara dangkal (tidak paham dengan yg sedang dikerjakan), seremonial (menganggap sebagai upacara keagamaan dalam gereja) atau hanya sekedar untuk mengisi rutinitas kalender kegiatan keagamaan belaka. 
  • JIka kita tidak mengerti atau salah memahami tentang makna kenaikan Tuhan Yesus kesorga berarti telah banyak kehilangan momentum untuk mengaktualisasi kemajuan iman, kasih dan pengharapan didalam Kristus.
  • Perhatikan apresiasi pemerintah terhadap peristiwa kenaikan Tuhan Yesus kesorga. Negara memberikan apresiasi besar pada kenaikan Tuhan Yesus sebagai HARI LIBUR NASIONAL supaya kita memusatkan perhatian dalam merayakan serius dan sukacita.
Peristiwa Kenaikan Tuhan Yesus ke sorga memberikan pelajaran mendasar tentang  potensi perubahan yg progresif. Kita diberikan kesempatan untuk mengubahkan kualitas iman yg bernilai biasa menjadi luar biasa, iman yg bernilai baik menjadi sejati
Jadi iman kristen memiliki peluang dibangun menjadi semakin besar ,semakin kuat dan semakin berdayaguna dengan capaian nilai keabadian.



Bagaimana caranya membangun konstruksi iman kita menjadi semakin besar dan agung dihadapanNya?

I. Bangunlah konstruksi iman diatas dasar REALITA dan FAKTA yg abadi (ayat.11)

"Hai orang-orang Galilea,  mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali  dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga."

kata "meninggalkan kamu" 
Diekspresikan dengan tangan Tuhan Yesus yg memberkati (Lukas 24 : 50-51)

Direlevansikan dengan "sorga" dan "kedatanganNya yg kedua kali: menunjukkan FAKTA atau REALITA tentang sorga dan kedatangan Kristus kedua kali.
  • Tuhan Yesus naik ke sorga: menjelaskan bahwa sorga adalah REALITA.
  • Tuhan Yesus akan datang kembali : menjelaskan bahwa Kedatangan Tuhan Yesus kedua kali ke bumi adalah KEPASTIAN.
Dapatkah kita mempercayai Tuhan Yesus dengan Firman, Janji dan perbuatanNya sebagai REALITA ?
Banyak perkara dalam dunia ini yg dapat kita PERCAYAI, dianggap logis (ilmiah)  walaupun tidak dapat melihat bentuk phisiknya. KIta dapat merasakan manfaat atau pengaruhnya secara langsung namun dengan mata telanjang kita tidak dapat melihatnya!

contoh 1.

Radiasi:
 adalah pancaran energi melalui suatu materi dalam bentuk panas, partikel atau gelombang elektromagnetik/cahaya (foton).
Radiasi tidak dapat dideteksi oleh indra manusia, sehingga untuk mengenalinya diperlukan suatu alat bantu pendeteksi yang disebut dengan detektor radiasi. 
gelombang radio (yang membawa informasi melalui radio dan televisi); 
gelombang mikro (yang digunakan dalam microwave oven )

transmisi seluler (handphone); 

sinar inframerah (yang memberikan energi dalam bentuk panas) 

sinar ultraviolet (yang dipancarkan matahari).



contoh 2.

Rotasi bumi

Bumi berputar mengelilingi matahari dengan kecepatan 1604 km/jam.
Referensi perbadingan: 

Kecepatan suara 1.200 km/jam.

Kecepatan Pesawat concorde (jet supersonic)  2,04 mach (2.200 kilometer per jam)

Demikian cepatnya sampai kita tidak merasakan putaran bumi tetapi merasakan pengaruhnya. 
Bumi kita berputar seperti gasing. Gerak putar Bumi pada sumbu putarnya ini dinamakan gerak rotasi. Bumi kita menyelesaikan satu putaran / rotasi dalam waktu 23jam 56menit 4,1detik. Rotasi bumi mengakibatkan peristiwa-peristiwa :Pergantian siang dan malam, Perbedaan waktu, Pembelokan arah angin, dll.

Dapatkah kita membantah fakta yg tidak kelihatan namun kita dapat merasakan pengaruhnya?

Iman kristen mempercayai FAKTA ABADI yg tak terbantahkan.

Definisi iman adalah  dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan  dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. Sesuatu yg tidak kita lihat itu bukanlah fatamorgana atau fantasi akal untuk menghibur diri. Iman kristen tidak mempercayai fantasi ROHANI yg menipu atau tidak nyata. Kita mempercayai pribadi Tuhan yg nyata, pekerjaan Tuhan yg nyata, janji Tuhan yg pasti dan kehidupan kekal yg REALISTIS.
Jadi kekristenan tidak dibangun diatas dasar bahan yg rapuh, sembarangan dan tidak berkualitas!

Jelaslah bahwa saat Tuhan Yesus berbicara tentang sorga, berarti sorga adalah realita!
Seberapa realistis sorga itu, sehingga Tuhan Yesus perlu membahasnya?
Yohanes 14 : 1-3 
Ay 2a: ‘Di rumah BapaKu banyak tempat tinggal’. . ‘Rumah Bapa’ dalam bhs. Yunani :MONE" diterjemahkan dalam bhs.Inggris MANSION
"In my Father's house are many mansions,"

Ide-ide yg disampaikan adalah kelimpahan ruang, dan keabadian dari tempat tinggal, di dunia surgawi
  •     Sorga adalah tempat yg sangat luas sehingga cukup bagi semua orang percaya.
  •     Sorga  adalah suatu lokasi bukan sekedar suatu kondisi.
  •     Sorga menunjukkan tempat  tinggal yg permanen.
Untuk apa Tuhan Yesus pergi kesorga?

a. Tuhan Yesus ke sorga untuk menyediakan tempat  (Ayat 2b)
Ungkapan yg sepadan dengan menyiapkan tempat adalah sebagai ‘Perintis’atau ‘forerunner’
bhs.Yunani: "PRODROMOS" 
Pasukan elit pengintai Romaw

yg bertugas sebagai pasukan pengintai atau pasukan pendobrak.
Mereka berjalan di depan pasukan utama untuk membuka jalan dan memastikan keamanan dari pasukan yg dibelakangnya untuk mengikuti mereka

Kapal Sekoci pembimbing
Pelabuhan Alexandria adalah tempat yang sukar di dekati. Pada saat kapal pengangkut jagung 
atau  gandum yang besar akan bersandar dipelabuhan dibutuhkan kapal pembimbing melewati tempat yg aman .Perahu pembimbing itu disebut PRODROMOS. 
Itulah yang Yesus lakukan. Ia membuka jalan ke surga dan kepada Allah supaya kita mengikuti langkah-langkahNya

b. Tuhan Yesus merindukan persekutuan yg abadi (Ayat 3c)
‘membawa kamu ke tempatKu’
. terjemahan yg lebih baik adalah: " membawamu kepadaKu sendiri" gagasan yg disampaikan adalah bukan sekedar membawa kita ke surga tetapi menempatkan diri kita dalam pelukanNya selama-lamanya. berada dalam felloship yg abadi dan permanen.

Aplikasi:
"Biarpun miskin didunia tetapi kaya disorga" adalah puisi cengeng yg merendahkan diri sendiri.
Fakta yg harus kita percayai adalah:
Untuk perkara yg akan datang , untuk perkara yg jauh lebih besar dan untuk perkara yg abadi Tuhan Yesus sudah merancangkan , dan sekarang Dia sedang bekerja mempersiapkan segala sesuatu untuk kepentingan kita apalagi untuk perkara-perkara masa kini yg bersifat jasmaniah dan sementara. Tuhan Yesus pasti mempedulikan dan sanggup memenuhinya. Bagi Tuhan Yesus segalanya bersifat mungkin dan pasti.

Betapa berharga dan mulianya manusia dihadapan Allah.
Tuhan Yesus bukan saja mati untuk menyatakan kasihNya yg terbesar dan Dia angkit untuk menyatakan kuasaNya yg terbesar namun Dia juga bekerja untuk mengubah nilai kualitas manusia yg dibatasi kesementaraan ,dapat rusak, dapat sakit dan binasa. Diubahkan menjadi manusia Ilahi dengan potensi tanpa batas, memerintah bersama Allah, hidup dalam persekutuan permanen selama-lamanya.

Tidak ada kata "PERCUMA" atau "SIA-SIA" membangun hubungan dengan Tuhan Yesus. 
Kenaikan Tuhan Yesus ke sorga yg pertama hendak memastikan bahwa: 
Kepercayaan yg kita letakkan kepadaNya sudah berada pada tempat yg tepat dan berbuahkankan kebadian.
Pengharapan yg kita nantikan didalam Dia adalah PASTI sehingga tidak berasalan untuk mencampur dengan keraguan.
Janji yg Dia berikan adalah bersifat BENAR karena seluruhnya pasti digenapi.

Kenaikan Tuhan Yesus hendak menjawab kegelisahan, kebingungan, kekurang percayaan atau bahkan kelelahan kita saat mendedikasikan hidup untuk Tuhan. Percayalah bahwa didalam Tuhan Yesus masih ADA HARAPAN BARU, ada MASA DEPAN SUPER dan ADA KEHIDUPAN ABADI yg tidak akan tergoncang oleh perubahan apapun.
Tubuh manusia yg fana akan diubahkan menjadi tubuh kemuliaan yg tidak dapat binasa, 
Masa hidup kita yg sementara dan serba terbatas akan diubahkannya menjadi kekal 

Masa kelam yg kesia-siaan  pasti diubahkannya kesempatan yg berdayaguna bagi kerajaan Allah. 

Ini bukanlah JANJI kosong namun REALITA yg sungguh-sungguh dapat dipercayai. 

Kenaikan Tuhan Yesus memeteraikan atau telah disahkannya JANJI TUHAN sebagai pengharapan yg hidup, benar, pasti. 
sekali lagi ini adalah proklamasi bahwa pengharapan kita kepadaNya bukanlah imajinasi yg sia-sia tetapi pengharapan yg berdasar, pengharapan yg pasti dan pengharapan yg nyata.

II.Bangunlah konstruksi iman diatas dasar RELASI yg abadi (ayat. 8)
Tetapi kamu akan menerima kuasa , kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku   di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria  dan sampai ke ujung bumi


Roh Kudus menjadi syarat mutlak terjadinya perubahan ! Kitab Kisah Para Rasul disebut sebagai kitab perbuatan Roh Kudus

Tidak akan terjadi manifestasi kuasa Allah tanpa kehadiran Roh Kudus
Tidak akan terjadi perubahan kehidupan tanpa Roh Kudus

Tidak mungkin ada keberhasilan dalam kehidupan dan pelayanan tanpa Roh Kudus

Roh Kudus menjadi KEBUTUHAN yg tidak dapat dihindari dalam semua aspek kehidupan.
Setelah Kristus naik ke surga, maka Kristus tidak lagi menyertai orang percaya secara jasmani (Mat 26:11), tetapi dengan turunnya Roh Kudus, Ia menyertai orang percaya secara rohani (Yoh 14:16,18,19) dan selama-lamanya. 



Mengapa Tuhan Yesus harus naik kesorga? 


Bagi Tuhan Yesus 

Makna kenaikanNya ke sorga adalah: bagaikan stempel yg mengesahkan pekerjaanNya selama didunia. Ia sudah turun dari sorga , lahir sebagai manusia, melayani, mati disalib, bangkit kembali melayani selama 40 hari.

Peristiwa kenaikan Tuhan Yesus menjelaskan: Dari sorga kembali kesorga ini adalah stempel bahwa seluruh pelayananNya telah diterima Bapa di sorga. 


Bagi orang percaya:

Sebelum Kenaikan Tuhan Yesus, Roh Kudus juga bekerja bahakan selalubekerja bersama dengan Allah Bapa dan Tuhan Yesus dalam ruang lingkup secara terbatas (limeted) namun sesudah kenaikan Tuhan Yesus, Roh Kudus bekerja secara tidak terbatas (unlimited)


(Yohanes 16:7)

Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia   kepadamu
Roh Kudus tidak akan memulai pekerjaan-Nya jika Tuhan Yesus tidak pergi naik kesorga
.

Kenaikan Tuhan Yesus kesorga adalah dimulainya babak baru dalam pelayanan.,dimana Roh Kudus bekerja membangun gereja dan Kristus akan memerintah sebagai Kepala yg membangun gereja dibumi. (Efesus 1:22-23). Ruang dan waktu tidak lagi menjadi hambatan karena Roh Kudus akan tinggal dan memberi kuasa  dalam diri para pengikut-Nya. 

Jadi kenaikan Tuhan Yesus kesorga dengan tujuan untuk mengirim Roh Kudus sebagai pengganti kehadiran-Nya secara fisik dibumi.



Yang perlu dicatat adalah: bahwa Roh Kudus bukanlah sekedar kuasa Allah walaupun benar Roh Kudus adalah Roh Allah yg berkuasa. Namun Dia adalah Pribadi Allah sendiri yg pada hakekatnya juga senang bersekutu dengan manusia.

Mengenal pribadi Roh Kudus dengan benar akan membangun konstruksi iman yg benar

Kisah rasul 1:5
Kata depan "dengan" adalah terjemahan dari kata Yunani _en_ yang sering kali diterjemahkan juga sebagai "dalam". Jadi terjemahan yg lebih tepat adalah "kamu akan dibaptiskan dalam Roh Kudus". Dengan demikian, "dibaptiskan dengan air" dapat juga diterjemahkan "dibaptiskan dalam air".
Gagasannya adalah memasukkan hati manusia dalam denyut kerinduan Allah sendiri yg sangat berapi-api untuk menikmati persekutuan pribadi dengan umatNya.


Aplikasi:

Roh Kudus bukan kuasa Allah yg dapat kita eksploitasi dengan tujuan spiritual panggung atau pamer

Roh Kudus kedalam dunia: menjadi karunia Allah yg sangat besar dan sumber segala berkat, Roh Kudus menjadi Penolong dalam hati kita dan tinggal dalam diri kita sampai selama-lamanya.

Bagi kita yang sudah diselamatkan, yang sudah menerima Roh Kudus, perlukah kita berdoa minta Roh Kudus lagi?

Apa tujuan kita mengadakan persekutuan doa sepuluh hari menjelang hari Pentakosta?

Kita bukan untuk minta Roh Kudus turun lagi melainkan meminta supaya Roh Kudus terus bekerja di dalam diri orang-orang lain. Roh Kudus bekerja tidak berhenti sampai hari Pentakosta saja namun setiap hari adalah hari Roh Kudus bekerja

Setiap hari adalah hari Tuhan bekerja.
Itu berarti bahwa kita tidak ditinggalkan sendirian oleh Tuhan Yesus. ada Roh Tuhan dalam dirimu. Ia menghibur, menolong, memberi kekuatan, mencurahkan kasih kepadamu.
III. Bangunlah konstruksi iman diatas dasar VISI yg abadi (ayat.8)
Tetapi kamu akan menerima kuasa , kalau Roh Kudus turun ke atas kamu,  dan kamu akan "menjadi saksi-Ku"  di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria  dan sampai ke ujung bumi. 


Visi besar yg Allah berikan dalam diri kita, bukan sekedar menjadi orang yg baik, berhasil, makmur namun menjadi orang yg berdaya guna atau efektif. Bukan menjadi orang gemuk dengan berkat Tuhan tetapi menjadi saluran berkat. diubahkah menjadi saksi Kristus yg efektif itulah kepercayaan besar yg Allah percayakan kepada manusia.


Kenaikan Tuhan Yesus menjelaskan tentang Tindakan aktif, KERJA, peran :
  • Tuhan Yesus naik ke sorga menyediakan tempat bagi kita, disusul dengan kedatanganNya kedua kali.
  • Roh Kudus turun dalam diri orang percaya melengkapi kerja pelayanan secara efektif.
  • Para murid dipercaya dengan tanggungjawab sebagai saksi Kristus. Ini adalah kesempatan untuk mendemonstrasikan KEMAUAN kita yg berkolaborasi dengan KEKUATAN Allah untuk mengubahkan dunia ini.
Allah tidak memanggil kita menjadi seorang Pendeta, gembala jemaat atau staf gereja. pastinya Allah memanggil kita menjadi PEMBAWA KABAR BAIK.


Allah tidak memanggil kita untuk menyandang predikat atau jabatan dalam pelayanan. Allah tidak menuntut kita memiliki sederet gelar akademis yg membanggakan. Namun Allah menuntut KINERJA AKTIF dalam pelayanan. Apa gunanya struktural organisasi, jabatan dan gelar yg disandang tetapi tidak menampakkan kerja yg aktif.


Allah mendesain kita bukan hanya berguna bagi diri sendiri dan berpusat pada diri sendiri tetapi berguna bagi orang lain.


"Seindah apapun sebuah lilin, tidak dapat menerangi kegelapan sekitarnya kecuali ia bersedia terbakar dan meleleh untuk menyalakan api. Seindah apapun hidup kita, hanya akan dikagumi namun tidak menerangi dan menyembuhkan kehidupan dalam kegelapan, sampai kita bersedia meleleh dalam kasihNya dan menjadi persembahan yg hidup."


Bagaimana mungkin kehidupan kita yg tidak cakap, berlatar belakang kelam bahkan hancur dapat diubahkan ?


Alkitab membuktikan kesanggupan Allah mengubahkan secara radikal kehidupan Petrus.


a. Petrus menyembuhkan seorang lumpuh didepan bait Allah: Kisah Para rasul 3 : 6-9
Tetapi Petrus berkata: "Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu: Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret  itu, berjalanlah  !" 3:7 Lalu ia memegang tangan kanan orang itu dan membantu dia berdiri. Seketika itu juga kuatlah kaki dan mata kaki orang itu. 3:8 Ia melonjak berdiri lalu berjalan kian ke mari dan mengikuti mereka ke dalam Bait Allah, berjalan dan melompat-lompat   serta memuji Allah. 3:9 Seluruh rakyat   itu melihat dia berjalan sambil memuji Allah,


b.Kotbah Petrus mengubahkan 3000 orang kemudian secara cepat berubah menjadi 5.000 orang laki-laki( Kisah para rasul 2 : 41 ; 4 : 4)


2:41 Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah   mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa. 2:42 
4:4 Tetapi di antara orang yang mendengar ajaran itu banyak yang menjadi percaya, sehingga jumlah mereka menjadi   kira-kira lima ribu orang laki-laki


c. Petrus menjadi orang yg sangat dihormati dan penuh kuasa Allah (Kisah rasul 5 : 14-16)


Namun mereka sangat dihormati orang banyak.   5:14 Dan makin lama makin bertambahlah jumlah orang yang percaya kepada Tuhan, baik laki-laki maupun perempuan, 5:15 bahkan mereka membawa orang-orang sakit ke luar, ke jalan raya, dan membaringkannya di atas balai-balai dan tilam, supaya, apabila Petrus lewat,   setidak-tidaknya bayangannya mengenai salah seorang dari mereka. 5:16 Dan juga orang banyak dari kota-kota di sekitar Yerusalem datang berduyun-duyun serta membawa orang-orang yang sakit dan orang-orang yang diganggu roh jahat. Dan mereka semua disembuhkan 



Apakah perbuatan itu dilakukan oleh seorang Petrus dengan bakat yg besar atau memiliki iman yg perkasa, orang super cerdas, orang yg berpengaruh, orang yg tidak pernah gagal dan dilahirkan untuk  sukses?


a. Petrus pernah mengalami kemerosotan rohani
Tuhan Yesus memanggil  Petrus dengan sebutan Simon anak Yohanes ( Yohanes 21 : 15 )
b. Petrus berani menyangkal dan bersumpah Tuhan Yesus sebanyak tiga kali.(Lukas 22:34)
c. Petrus adalah orang yg omong besar, dimana perkataannya tidak sesuai dengan perbuatannya. (Matius 26 :33-35)
d. Petrus adalah seorang yg berlatar belakang nelayan, rakyat jelata, orang awam.


Jika pelayanan pekerjaan Tuhan mengharuskan orang memiliki kecakapan moral, kecakapan intelektual dan karakter yg mumpuni sebagai syarat pertama. Sudah pasti seharusnya Petrus adalah orang pertama yg harus dicoret dalam pelayanan. Namun justru Allah mengubahkan secara radikal kehidupan Petrus yg pernah gagal menjadi orang pertama dengan nama besar yg dicatat Alkitab dengan tinta emas sepanjang masa.


Walaupun Petrus sudah menjadi pemimpin rohani yg luar biasa perkasa imannnya, sejarah pernah mencatatnya bahwa ia hampir saja meninggalkan pelayanan di Roma karena tidak tahan dengan penderitaan orang percaya ( quo vadis )


Sekarang Tuhan Yesus sudah menyambutnya di sorga
Tuhan Yesus dengan sukacita menyapanya "WELCOME HOME" suatu kepastian untuk pulang kerumahnya sendiri disorga.


Sampai akhir hidupnya Petrus tetap mendedikasikan seluruh hidupnya kepada Tuhan menjadi pemimpin gereja di kota Roma sampai garis akhir.


Kenaikan Tuhan Yesus kesorga memberikan kesempatan kepada semua orang percaya: orang yg pernah gagal, orang yg hancur, orang biasa, yg tidak berpengalaman, orang yg tidak terpandang , semuanya tanpa kecuali dapat dipakai oleh Allah secara luar biasa sebagai alatNya.
Roh Kudus sanggup mengubahkan orang-orang biasa menjadi luar biasa.
Roh Kudus memampukan kita untuk sanggup memberikan hidup yg paling baik, mendedikasikan hidup secara murni.
Roh Kudus sanggup memampukan kita untuk mempersembahkan persembahan yg sejati kepada Allah.


Jika dasar kekristenan yg kita bangun berdiri diatas konstruksi yg benar:
a. Kekristenan harus dibangun diatas dasar FAKTA yg abadi,
b. Kekristenan dibangun diatas dasar RELASI yg abadi
c. Kekristenan dibangun diatas dasar VISI yg abadi




God Bless You
Spesial for Ascension day

by Haris Subagiyo

Penderitaan dibawah Kemegahan

Studi Kisah Para Rasul 3 : 1 - 10

Peristiwa Pentakosta yg mengubahkan spiritual para murid dengan gaya hidup yg dipenuhi Roh Kudus, sekaligus melahirkan gereja Tuhan di muka bumi ini tidak boleh berhenti pada sikap eksklusif  atau hanya enjoy  dengan felowship kelompok  sendiri. 
Bukan peristiwa yg terjadi secara kebetulan sejak pertama kali gereja berdiri menyasar pada kesembuhan secara spektakuler orang lumpuh didepan gerbang Indah sebagai manifestasi kerja pertama kali gereja ditengah dunia nyata.. 

Apa pentingnya pengalaman Petrus dan Yohanes menyembuhkan seorang lumpuh dalam konteks peranan gereja masa kini? 
1. Gereja Tuhan yg dilengkapi dengan otoritas Allah tidak berperan dalam posisi menikmati berkat Tuhan, anugerah dan Kuasa Tuhan tetapi dipanggil secara aktif memberikan aksinya untuk perubahan dunia ini.
2. Realita ketidakberdayaan manusia secara phisik dan spiritual adalah sasaran yg harus dijangkau gereja Tuhan secara nyata dengan tujuan memindahkan manusia yg penuh dengan keluhan persoalan menjadi pribadi yg gemar menyembah Allah.

Realita Penderitaan dibawah Kemegahan Dunia (ayat.2)


Di situ ada seorang laki-laki, yang lumpuh sejak lahirnya   sehingga ia harus diusung. Tiap-tiap hari orang itu diletakkan dekat pintu gerbang   Bait Allah, yang bernama Gerbang Indah, untuk meminta sedekah 
Konstruksi Gerbang Indah sungguh mengagumkan karena sebagian besar material teksturnya terbuat dari perunggu yg dibawa dari kota Korintus dengan modifikasi ukiran-ukiran dari emas. Manakala sinar matahari menerpa gerbang tersebut, maka dari kejauhan akan tampak kemilau sinar gerbang indah itu terpancar sangat memukau,  megah dan mengesankan. 
Namun kontradiksi dengan apa yg ada dibawahnya, dibawah Gerbang Indah ini duduklah seorang pengemis yg lumpuh tidak berdaya selama 40 tahun yg mengantungkan hidup dari meminta sedekah. oooooh betapa memilukan.

Ditengah kemegahan karya seni yg bertaburan harta yg tak ternilai dan hingar-bingarnya kemajuan jaman, kenyataannya masih menyisakan orang-orang yg merasa kesepian, kehilangan masa depan, tidak berdaya, miskin produktivitas, kehilangan martabat, menderita secara phisik dan siksaan batin. Mereka membutuhkan sumber pertolongan yg sanggup menyelesaikan akar persoalan untuk pemulihan total kehidupannya.

Bagaimana Karya Gereja Tuhan ditengah dunia?


1. Gereja dipanggil untuk memberikan HARAPAN BARU bagi dunia (ayat.4-6)


3:4 Mereka menatap dia dan Petrus berkata: "Lihatlah kepada kami." 3:5 Lalu orang itu menatap mereka dengan harapan akan mendapat sesuatu dari mereka. 3:6 Tetapi Petrus berkata: "Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu: Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret   itu, berjalanlah.

Sungguh tragis kualitas pengharapan pengemis lumpuh ini. Frustasi karena sudah 40 tahun terkekang dibawah penderitaan, Maka kesembuhan secara phisik sudah tidak terpikir lagi olehnya. Patah arang, putus asa, tidak memiliki masa depan dan hidup tanpa pengharapan adalah potret pengemis lumpuh didepan Bait Allah. Setiap orang yg melintas didepannya membesarkan harapan hanya untuk memberikan sedekah. 

Petrus dan Yohanes datang membawa HARAPAN BARU. 

Kebutuhan yg paling esensial dari pengemis lumpuh ini bukanlah mendapatkan uang untuk sekedar hidup. Meminta-minta sedekah adalah akibat dari kondisi ketidakberdayaan (invalid) secara phisik untuk menjadi orang yg TIDAK produktif  bukan etos kerjanya. 
HARAPAN BARU disampaikan , yg nilainya lebih mahal dari emas dan perak.
HARAPAN BARU membawa perubahan besar dan mendasar dengan nilai kekekalan
HARAPAN BARU memberikan masa depan yg cemerlang
Harapan itu ada dalam nama TUHAN YESUS, Allah yg sanggup melakukan segala perkara, Allah yg sanggup mengubahkan segala sesuatu yg tidak mungkin menjadi mungkin.


Jadi Gereja dipanggil untuk menyelesaikan akar persoalan kehidupan bukan sekedar menyentuh gejala-gejalanya saja.

Petrus dan Yohanes mereprestasikan gereja Tuhan untuk merubah harapan semu dan harapan sementara menjadi HARAPAN KEKAL yg sanggup memulihkan aspek persoalan manusia berbasiskan keabadian. 
Gereja Tuhan dipanggil untuk merubah orientasi berpikir yg material : yg berbasiskan uang, makanan, kekuatan manusiawi menjadi pola pikir spiritual yg berpusat pada Allah.
Gereja Tuhan selalu mempunyai energi yg cukup bahkan sangat luar biasa dari otoritas nama Tuhan Yesus yg sangat amat berkuasa untuk menjadi sumber pertolongan bagi mereka yg membutuhkan didunia.

2. Gereja dipanggil untuk melakukan TRANSFORMASI SPIRITUAL

Transformasi rohani adalah kebutuhan yg jauh lebih besar dari sekedar bebasnya manusia dari persoalan: penyakit, kemiskinan, kesepian dan ketidakberdayaan hidup.

Ketika orang itu melihat, bahwa Petrus dan Yohanes hendak masuk ke Bait Allah, ia meminta sedekah (ayat.3)


Sesungguhnya pengemis lumpuh ini hanya berharap mendapatkan SEDEKAH, sama sekali tidak terpikirkan terjadinya MUJIZAT KESEMBUHAN karena masa penderitaan selama 40 tahun telah membentuk mentalnya sebagai orang yg frustasi, pahit dan merasa terbuang. Kondisinya yg tidak berdaya memaksanya menjadi profesi sebagai peminta-minta. Jadi hanya sekedar dapat hidup itu sudah dianggap sebagai anugerah yg cukup.
Tetapi kuasa Allah telah merubah harapan kosongnya menjadi kenyataan yg mengubahkan.

3:7 Lalu ia memegang tangan kanan orang itu dan membantu dia berdiri. Seketika itu juga kuatlah kaki dan mata kaki orang itu. 3:8 Ia melonjak berdiri lalu berjalan kian ke mari dan mengikuti mereka ke dalam Bait Allah, berjalan dan melompat-lompat   serta memuji Allah. 

Demonstrasi kuasa Allah selalu dimanifestasikan melebihi harapan, pemikiran, doa dan keinginan baik manusia.
Demonstrasi kuasa Allah pola kerjanya tidak berhenti pada kepentingan yg sementara saja tetapi selalu menatap pada kepentingan kekekalan.

Pengemis lumpuh ini bukan saja sanggup berdiri, berjalan dan melompat-lompat tetapi telah terjadi perubahan MENTAL secara spektakuler. 

3:9 Seluruh rakyat   itu melihat dia berjalan sambil memuji Allah, 3:10 lalu mereka mengenal dia sebagai orang yang biasanya duduk meminta sedekah di Gerbang Indah   Bait Allah, sehingga mereka takjub dan tercengang tentang apa yang telah terjadi padanya.


Perubahan mental dari seorang yg terkenal sebagai peminta-minta di Bait Allah menjadi:
a. Seorang Pemuji Allah
b. Seorang yg menceritakan perbuatan Allah yg mengundang suasana takjub dan mengherankan.


Mujizat terbesarnya tidak dapat dinilai dari terbebasnya penderitaan phisik karena dalam banyak kasus, tidak semua orang yg percaya Tuhan Yesus beroleh mujizat kesembuhan phisik.  namun telah berpindahnya hati seseorang dari DIRI SENDIRI menuju pada ALLAH. Dan telah berubahnya orientasi seseorang dari hidup untuk diri sendiri menjadi seorang PENYEMBAH ALLAH. ini jauh bernilai abadi

3. Gereja dipanggil sebagai SAHABAT MEREKA YG MEMBUTUHKAN (ayat.3-7)


3:4 Mereka menatap dia dan Petrus berkata: "Lihatlah kepada kami." 3:5 Lalu orang itu menatap mereka dengan harapan akan mendapat sesuatu dari mereka. 3:6 Tetapi Petrus berkata: "Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu: Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret   itu, berjalanlah  !" 3:7 Lalu ia memegang tangan kanan orang itu dan membantu dia berdiri. Seketika itu juga kuatlah kaki dan mata kaki orang itu.

Otoritas yg ada dalam nama Tuhan Yesus sangat luar biasa tidak perlu ditambah keterlibatan kekuatan manusia sedikitpun. 
Namun kenyataannya:
Apakah dibutuhkan teknik-teknik tambahan supaya kuasa itu menjadi lebih bermanifestasi?

Perhatikan Petrus membangun komunikasi dengan: menatap mata, melihat dia , memegang tangan dan membantunya berdiri !
Itu bukanlah metode yg harus kita adopsi dalam gereja kita, pesan yg dapat kita tangkap dari ekspresi Petrus adalah bentuk TOTAL CARE ( perhatian yg total) kepada mereka yg lemah tak berdaya supaya mendapatkan  pelayanan spesial sampai tuntas. 
Petrus tidak memposisikan diri sebagai seorang yg BERKUASA, PALING DIBUTUHKAN, ORANG PENTING dan HEBAT , justru kepercayaan yg Allah berikan kepadanya menjadikannya sebagai SAHABAT mereka yg lemah tak berdaya.

Apakah yg dapat diberikan Gereja Tuhan sebagai sahabat bagi mereka yg lemah? (ayat.6)

a. Menjadi sahabat yg memberikan secara jujur (tulus)

 "Emas dan perak tidak ada padaku....."
Tidak memberikan emas dan perak bukanlah alasan pembenar bagi gereja untuk tidak perlu memberikan material atau uang kepada mereka yg sungguh membutuhkan (dengan alasan tidak mendidik atau tidak menyelesaikan masalah). 
Konteks ini berbicara tentang:
  • KEJUJURAN : menjadi hamba Tuhan memang bukanlah profit oriented
  • KEPEKAAN : yg menjadi persoalan dasarnya bukanlah kemiskinan tetapi kelumpuhan.
b. Menjadi sahabat yg memberikan dengan kapasitas maksimal
  " tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu.."

Tuhan meminta "apa yg ada" pada diri kita untuk diinvestasikan tanpa keraguan bagi pelayanan pekerjaan Tuhan. Gereja bukanlah perusahaan jasa pengumpul persembahan atau perpuluhan jemaat dengan alasan OPERASIONAL GEREJA. 
Gereja seharusnya menjadi TOTAL MISSION CARE yg berperan secara proaktif menyalurkan berkat-berkat Tuhan tidak terbatas hanya untuk kepentingan operasional  atau kebutuhan internal gereja.
Gereja seharusnya berorientasi misi secara nyata bukan LIPS SERVIS: 
Sungguh kontradiktif jika gereja yg sudah mapan secara ekonomi telah menghentikan kerja misinya dengan sibuk menata interior dan eksterior gereja yg tidak pernah merasa up todate. Sementara para pejuang Kristus yg sedang merintis pekerjaan Tuhan bukan dijadikan mitra kerja malah dianggap sebagai rival yg tidak perlu ditopang malah kalau bisa dikerdilkan eksistensinya.
 

c. Menjadi sahabat yg memberikan yg benar dan paling baik 
 "Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret  itu, berjalanlah"
Tuhan Yesus adalah pusat dari hidup dan pelayanan gereja, Dia adalah berita utama sekaligus sumber kuasa yg sangat efektif untuk mengubahkan segala sesuatu.
Didalam Tuhan Yesus ada jawaban yg selalu cukup untuk segala perkara yg dihadapi oleh gejolak persoalan dunia ini.

Temukan banyaknya orang-orang yg menderita dibawah bayang-bayang kemegahan dunia!

Spirit Pentakosta bukanlah spirit untuk mendapatkan sesuatu dari Roh Kudus.
Spirit Pentakosta adalah spirit untuk MEMBERI, MELAYANI dan BERSAKSI BAGI KRISTUS

Gereja bukanlah lembaga keagamaan yg mengatas namakan Tuhan namun hanya mengeruk keuntungan untuk kepentingan perorangan atau kelompok.

Gereja adalah kumpulan mereka yg dipanggil keluar dari cara dunia untuk kembali masuk kedunia secara proaktif menjadi saluran pertolongan dan harapan baru bagi mereka yg membutuhkan. 

Roh Kudus sudah memilih kita untuk bekerja didalamnya

Selamat menikmati lawatan Roh Allah
Just Do it NOW.................


by Haris Subagiyo

Senin, 09 Mei 2011

Aksi panggung yang tidak memukau hati Tuhan(new)

"Studi tentang kelayakan persembahan yg  kita sampaikan kepada Tuhan"

Secara sadar atau tidak, banyak gereja sekarang ini sering mengajarkan teologia persembahan yg bersifat subyektif : 
dimana "Nama Tuhan" atau demi "kemuiaan Tuhan" atau untuk "kemajuan Kerajaan Allah" dijadikan alasan untuk memberikan persembahan guna mendapatkan lebih banyak lagi keuntungan bagi manusia. 

Betapa seringnya kita diajarkan atau bahkan mengajarkan semangat dan keberanian untuk memberi persembahan secara kuantitatif dan mengesampingkan yg kualitatif. lihat saja propaganda gereja!!!!!
  • Barangsiapa banyak memberi maka ia akan diberi jauh lebih banyak lagi. 
  • Barang siapa membangun rumah Tuhan maka Tuhan akan membangun rumahnya. 
  • Barangsiapa mengulurkan tangannya bagi pekerjaan Tuhan maka Tuhan akan membuka tanganNya untuk memberkati pekerjaan tangan kita.  camkan dengan benar baner ajakan memberi yg kita katakan sebagai kredo gereja.
Konstruksi kata-kata ini benar dan berdasar karena Tuhan tidak pernah menganggap rendah atau lupa memberikan tanggapan yg pantas untuk sesuatu yg kita berikan sebagai persembahan kepadaNya, namun jika dipahami secara komprehensif, maka pernyataan tersebut adalah KALIMAT yg bersayap
Why bersayap? karena menyatakan daya dorong untuk menyampiakan persembahan berbasiskan PSIKIS dan MATERIAL, Persembahan yg berorientasi manusia, persembahan yg seharusnya dijadikan sebagai SARANA (alat) tetapi malah secara vulgar menjadi TUJUAN pelayanan.

Hal ini bukan saja dapat dikatakan sebagai sikap yg berorientasi HASIL tetapi juga menyetujui PROSES yg tidak tepat namun mengharapkan sesuatu yg dianggapnya sebagai KEBENARAN  walaupun "subyektif"
Mengapa kita terbawa dengan arus pengajaran:
Memberi bukan KARENA sudah diberi oleh Tuhan namun  memberi karena SUPAYA diberi oleh Tuhan.
Dengan demikian melalui ritual persembahan, sikap kita mengungkapkan motif yg sebenarnya dari persembahan yg kita bawa. 

Hal ini akan melekat dalam tatanan mental kita sendiri yg terdorong memberi secara kuantitatif dengan tujuan supaya dapat pengembalian yg jauh lebih besar lagi. seperti seorang yg lagi mancing dengan ikan teri mengharapkan kakap. melempar udang supaya dapat paus, dan melempar hidu supaya dapat kapal selam. apa gereja ini kolam pancing.....?

Apakah model pengajaran ini dapat kita jadikan sebagai sebagai acuan pembenaran sikap kita? 
atau bagaimana sikap kita yg seharusnya dalam memberi persembahan kepada Tuhan?

Mari kita meninjau etimologi persembahan
Memberikan "Persembahan" sangat berbeda dengan memberikan "Kolekte"
Kata "persembahan" berakar dari kata "sembah" atau penyembahan: menundukkan diri sambil menengadahkan tangan untuk memberikan persembahan hidup yg total dan tanpa syarat. Jadi penyembahan tidak berangkat dari kepentingan diri kita tetapi karena natur kita yg sudah matic (tanpa kopling) sebagai makhluk penyembah Allah. tanpa ada dorongan eksternal sekalipun. atau harus dorong worship leader kita tetap menyembah Tuan. karena penyembahan itu sifat yg melekat dalam diri manusia.

Berbeda dengan "kolekte" yg berasal dari kata "collect" yg berarti mengumpulkan atau menggalang dana untuk kegiatan keagamaan atau sosial yg memang didorong untuk kepentingan atau proyek tertentu.

Allah tidak menyimpan problem kepentingan dengan persembahan kita!
Karena Allah kita sangat mandiri!
Kita memberi atau tidak memberi sama sekali tidak mengurangi  atau menambahi kualitas keAllahNya. kita sendirilah yg mempersoalkan persembahan kepada Allah.


Markus. 12:38-40 
"Model Persembahan Spritualitas Panggung"
Persembahan orang kaya mewakili realita yg terjadi didalam gereja:
Pada suatu kali Yesus duduk menghadapi peti persembahan dan memperhatikan bagaimana orang banyak memasukkan uang ke dalam peti itu. Banyak orang kaya memberi jumlah yang besar.

1. Persembahan kepada Tuhan dijadikan sebagai aksi panggung

Memformat tatacara persembahan dengan memasukkan uang ke dalam peti persembahan yg diletakkan didepan orang banyak sangat diminati oleh banyak orang kaya, bahkan banyak orang tidak segan secara reaktif memberi persembahan dalam jumlah besar. karena model persembahan ini menyedot perhatian, membangkitkan nafsu superior mau di waaaah......
Kenyataannya memang benar, terjadi perbedaan yang mencolok hasil persembahan yang diserahkan dengan maju ke depan dibandingkan dengan persembahan yang diserahkan dengan cara konvensional   
( memasukkan dikantung persembahan yg dijalankan)
Teknik ini diharapkan dapat menstimulan orang secara “psikologis” bersedia memberi, karena semua pandangan mata tertuju pada peti persembahan. Orang akan dianggap lebih saleh ( disebut salehudin), lebih diberkati (berkahuddin) ,merasa dihargai pengorbanannya (korbanudin) saat maju kedepan.
Sikap reaktif dalam persembahan ini identik dengan spiritualitas panggung, yg menjadikan persembahan sebagai ajang tontonan. 
Persembahan yg alasannya ditujukan kepada Tuhan tetapi tujuannya untuk menarik perhatian manusia yg memberi persembahan. ini manipulasi dalam gereja....!!!!
Dengan demikian seseorang yang reaktif selalu mengukur pemberiannya berdasarkan sorotan penilaian orang lain. 

Ketahuilah bahwa spiritualitas panggung seperti ini ,sesungguhnya merendahkan martabat Allah. Ini justru bentuk publikasi murahan yg diresmikan didalam gereja. Ini juga sama dengan nafsu jahat yg berupaya merebut kemuliaan Allah untuk kepentingan diri sendiri. 
KIta seharusnya bernai mengatakan terhadap diri sindiri bahwa model spiritualitas panggung adalah cerminan persembahan yg munafik (lemus, gombal atau hipokrit) jauh dari sikap kasih kepada Allah serta sesamanya. 
Memang dalam praktek spiritualitas panggung, sangat cepat menggugah orang untuk tidak segan-segan mengeluarkan persembahan yang besar, dengan syarat seluruh persembahan mereka dipubikasikan secara terbuka. Semakin besar media publikasinya, maka semakin besar pula jumlah dan aksi persembahan mereka. Apalagi diberi aplaus...........
Media panggung sering menjadi daya rangsang bagi mereka untuk melakukan kebaikan dan pemberian kasih secara demonstratif. Singkatnya mereka tidak memberi karena kasih yang lahir dari hati mereka, tetapi memanipulasi pemberian kasih untuk memperoleh pujian dan penghormatan. 

2. Persembahan sebagai upaya untuk menyuap Tuhan

Orang kaya, ( Ahli Torat ,orang Farisi dan para imam) menganggap bahwa Allah dapat disuap oleh besarnya persembahan.
Persembahan yg dibawa kepada Allah mengungkapkan dua hal:
  • Isi, harapan, keinginan dan tujuan yang menjadi dasar motivasi kita dalam memberi. 
  • Pengenalan kita tentang pribadi Allah. 
Jika kita memiliki gambaran Allah sebagai pribadi yang dapat dipengaruhi oleh jumlah atau besarnya suatu persembahan, maka kita akan memberikan persembahan dalam jumlah yang sebanyak-banyaknya sehingga Allah akan membalas dengan berkat yang lebih berlimpah-limpah.
Padahal Allah dalam iman Kristen bukanlah Allah yang dapat dipengaruhi atau disuap oleh jumlahnya persembahan.

Yesaya 1:11, Allah berfirman: “Untuk apa itu korbanmu yang banyak-banyak?... Aku sudah jemu akan korban-korban bakaran berupa domba jantan dan akan lemak dari anak lembu gemukan, darah lembu jantan dan domba-domba dan kambing jantan tidak Kusukai”.

Orang-orang kafir pada zaman dahulu sebenarnya mampu memberi lebih. Mereka sudah terbiasa mempersembahkan kepada para dewanya lebih dari pada sekedar hewan. Sebab orang-orang kafir pada zaman dahulu tidak segan-segan untuk mempersembahkan anaknya laki-laki atau perempuan untuk menyenangkan hati para dewanya (Ulangan 18:10).

Teologia yg dikembangkan oleh pemimpin agama saat itu adalah:
Allah dapat dikendalikan oleh upaya manusia melalui persembahannya. Sehingga dengan motif ini kita menjadi tidak merasa perlu memperhatikan nilai kualitas persembahan. Sebab yang terpenting adalah manusia mampu mengatur kemauan Allah menurut ritual dan persembahan kita.

Markus 12:41 
Tuhan memperhatikan dan menilai kualitas persembahan kita.

Apakah motif persembahan kita bersayap atau lugas? Penulis Injil Markus sengaja mengontraskan persembahan orang kaya yang memberikan uang dalam jumlah yang besar dengan persembahan seorang janda yang hanya memberi dalam jumlah yang sangat kecil. Terhadap persembahan janda tersebut,
Markus 12:43 Tuhan Yesus memberikan penilaian yang mengejutkan, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan” 

Dasar teologi Tuhan Yesus adalah:
Markus 12:44. “Sebab mereka semua memberi dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, semua yang ada padanya yaitu seluruh nafkahnya” 

Dari sudut nilai ekonomis persembahan janda tersebut sangat tidak berarti dibandingkan dengan persembahan dari para orang kaya. Tetapi dari sudut penilaian Allah, persembahan janda tersebut lebih besar dan bernilai.
Berapa besar sebenarnya jumlah persembahan janda miskin ini?
Si janda ini memberi persembahan ”dua peser”. ”Peser” dalam bahasa Yunani adalah”lepton”, mata uang terkecil di antara orang Yahudi. Orang Romawi tidak mengenal dan memakai ”lepton” karena mata uang terkecil mereka adalah ”quadran” (LAI menggunakan istilah ”duit”). 
Satu ”quadran” sama dengan dua ”lepton”. 
Berapakah besarnya 1 lepton atau peser jika dikurs ke dalam Rupiah? Berdasarkan Matius 20, upah kerja satu hari adalah 1 dinar. 
1 dinar sama dengan 128 lepton. 
Jika diasumsikan upah kerja satu hari Rp. 30.000,- maka 1 lepton sama dengan Rp. 30.000 bagi 128 yang berarti sama dengan Rp. 234,- Dibulatkan, 1 Lepton/ Peser = Rp. 250,-. 
Berarti, si janda miskin memberi persembahan 2 Lepton, sama dengan Rp. 500,- 

Dengan tidak memberi persembahan saja si janda miskin sudah susah hidupnya. Orang ini malah memberi persembahan dan Markus mengatakan bahwa itu adalah seluruh yang ada padanya.

Apa yg membuat persembahan janda miskin ini bernilai besar dimata Tuhan?

a. Memberi persembahan dengan melewati rintangan

Kata: "janda miskin", menunjukkan postur kehidupan sosial yg yg rawan, tanpa perlindungan bahkan masih membutuhan pertolongan. Namun kemiskinan material itu ternyata tidak menjadi penghalang (social barrier) untuk menyampaikan persembahan kepada Allah. Orang kaya memberi karena alasan kekayaannya namun orang miskin ini mempersembahkan dengan hidupnya, semuanya, yg terbaik dari yg ada padanya.
Menunjukkan pada fakta sikap orang percaya dalam memberi persembahan:
  • Ada orang miskin yg memakai kemiskinan sebagai alasan untuk tidak memberi persembahan.  
  • Ada orang miskin tidak memberi persembahan, masih minta sumbangan dari gereja. 
  • Ada orang kaya tetapi tidak mau memberi persembahan. 
  • Ada orang kaya yang sudah tidak memberi persembahan masih minta proyek dari gereja.ini....sungguh terlaluuuuuuu.....
B. Memberi persembahan tanpa tuntutan pubilikasi 

Alkitab tidak mencatat secara spesifik NAMA janda miskin pemberi persembahan terbesar , karena publikasi itu dianggap bukan persoalan  penting untuk diperdebatkan. Walaupun persembahan janda miskin: tidak dianggap orang lain, dinilai rendah, tidak perlu dicatat dalam admnisitrasi gereja, tidak ada publikasi (memang tidak ada alasan untuk mencatatnya)  tetapi Allah mencatat sebagai "persembahan yg sangat besar" bahkan IKON PERSEMBAHAN yg dimemori dalam hati Allah sendiri.  LUAR BIASA ....
Coba bandingkan dengan Persembahan besar yg tidak dicatat dan dipublikasikan digereja? wah bikin ribut aja gereja dianggap telah menyelewengkan kepercayaan, hamba uang, gereja tidak menghargai donasi jemaat dll.....siap mental deh jika kita lupa tidak mempublikasikan persembahan jemaat!!!

C. Memberi persembahan menunjukkan sikap kita terhadap UANG

Konsep persembahan sangat bergantung kepada konsep kita terhadap uang. Bagaimana cara kita menempatkan uang dalam hidup kita? Tuhan Yesus mengatakan,”di mana hartamu berada, di situ hatimu”. Artinya, adalah konsep kepemilikan.
Stewardship (penatalayan/ pengelola) lebih tepat dalam konteks memberikan persembahan. Kita ini bukanlah PEMILIK dari  harta benda yg Tuhan percayakan tetapi sebagai PENGELOLA milik Tuhan.
Jikalau harta kita adalah uang, maka kita akan memakai Tuhan untuk uang. Tetapi jika harta kita adalah Tuhan, maka kita akan memakai uang untuk Tuhan. Orang yang mencintai uang, sulit memberi persembahan. Orang yang mencintai Tuhan, sangat mudah memberi persembahan.  Ibu janda miskin ini mencintai Tuhan dan bukan mencintai uang sehingga ia memberi seluruh nafkah yang ada padanya

Kenyataan yg parah dalam narasi ini adalah: ahli-ahli Taurat, memakai simbol agama untuk mengelabui rumah janda-janda. 
Maksudnya begini, pada waktu suami dari para janda itu meninggal, mereka meminta bantuan ahli Taurat untuk mengurusi pembagian warisan sesuai peraturan firman Tuhan. Tetapi para ahli Taurat justru memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan untuk mengambil alih sebagian harta. 

Saking cinta dengan uang sampai rumah janda pun di embat. Para ahli Taurat ini, berdasarkan perkataan Tuhan Yesus dalam Lukas 16, disebut sebagai hamba uang. Mereka bukan saja tidak memberi persembahan, sebaliknya justru memakan persembahan.

D. Memberi persembahan adalah ekspresi iman 

Sebelum memberi persembahan saja, si janda miskin sudah harus beriman untuk kebutuhan hidupnya. Mana ada orang yang dapat hidup dengan 1/128 upah harian. Sedangkan saat ini, dengan 1/3 upah harian, Rp. 9 ribu saja sudah dianggap orang dibawah garis kemiskinan. 
Namun ia terbukti masih melakukan aktivitas ibadah bahkan masih memberikan persembahan yg terbaik dari yg ia punya. Ia tidak malu dengan yg ia punya, janda miskin ini tidak ragu dengan yg ia bawa untuk dipersembahkannya. Kebulatan tekadnyaa untuk mempersembahkan adalah spirit jiwa yg harus dikobarkannya. 

Kita menyaksikan demontrasi iman wanita yg dianggap tak berharga, bersinar tak tertahankan menembus sampai cinta yg tiada batas. 

Iman itu berkobar dengan nyala api yg tak terpadamkan. Walaupun hari besok masih harus bergumul dengan sejumlah persoalan ekonomi dan konsumsi hidupnya. Janda miskin tidak merasa kekurangan dengan kemiskinannya, karena ia tahu kepada siapa ia telah mempersembahkan hidup dan hartanya.

Prioritas pengajaran Tuhan Yesus tidak membicarakan seberapa besar persembahan kita, namun bagaimana cara kita mempersembahkannya kepadaNya. 
Yang lebih mayor.......adalah Kualitas persembahan kita kepadaNya!

Jika cara kita benar maka persembahan pastilah berbanding lurus dengan kesanggupan kita untuk memberi. 

Jika cara kita salah maka hanya publikasi aksi panggung saja yg meramaikan gereja.

KIta tidak perlu ragu mengajarkan persembahan yg berbasiskan teologia yg benar, "memberi bukan supaya diberi namun memberi karena sudah diberi"

Justru memaksakan trend stimulan psikologis dalam memberikan persembahan adalah bentuk kekuatiran diri sendiri, seolah-olah Tuhan tidak mampu menopang kebutuhan pelayanan jika tidak kita bantu dengan pemasangan banner ketuk pintu hati pemirsa atau setting persembahan sebagai aksi panggung!
Pastikan persembahan kita kepada Allah adalah penyembahan yg paling baik dan total dalam hidup kita! GBU


by Haris Subagiyo