Kamis, 10 November 2011

Menjadi Penyanggah Pertumbuhan Gereja


Berdirinya gereja Tuhan tidak selalu dimulai dari gerakan-gerakan spektakuler yg dikendalikan dari atas mimbar, yg dikobarkan oleh hamba Tuhan dengan reputasi yg membumi, ditambah dengan dukungan melimpah dari sejumlah pengikut yg tak terhitung.
Nama besar, pengaruh kekuasaan dan kekuatan manusia seringkali dianggap sebagai bagian yg tidak mayor dalam pertumbuhan gereja. Karena Roh Kudus adalah sumber yg menggerakkan sejumlah orang yg mau bekerja dengan rendah hati, tulus dan rela berkorban berfokuskan kemuliaan Tuhan. 
Barnabas adalah bukti catatan Alkitab: yg namanya tidak berkibar setenar Yohanes, Petrus dan Paulus namun kinerjanya telah membidani lahirnya jemaat Kristen yg pertama kali dan melambungkankan nama Paulus sebagai rasul besar yg dipercaya Allah penulis sebagian besar kitab Perjanjian Baru.
Barnabas merepresentasikan kedewasaan sikap dan karakter yg seharusnya dimiliki gereja masa kini
Bagaimana aksi nyata Barnabas dalam pertumbuhan gereja perdana?
1. Memiliki PERSPEKTIF IMAN yg MURNI ( Kisah Rasul 4: 36-37 )
........karena semua orang yang mempunyai tanah atau rumah, menjual kepunyaannya itu, dan hasil penjualan itu mereka bawa 4:35 dan mereka letakkan di depan kaki rasul-rasul; lalu dibagi-bagikan kepada setiap orang sesuai dengan keperluannya 4:36 Demikian pula dengan Yusuf, yang oleh rasul-rasul disebut Barnabas,   artinya anak penghiburan, seorang Lewi dari Siprus. 4:37 Ia menjual ladang, miliknya, lalu membawa uangnya itu dan meletakkannya di depan kaki   rasul-rasul.  
Banyak orang percaya Tuhan yg bergairah menjadi dermawan didalam gereja perdana memberikan hartanya bagi pekerjaan Tuhan namun identitas mereka tidak disebutkan secara personal oleh Alkitab.
  • Alkitab hanya mencatat satu nama penderma yg istimewa yaitu Yusuf (mendapatkan award). Nama Yusuf dikontraskan dengan sikap Ananias dan Safira yg memberikan persembahan kepada Tuhan secara tidak jujur (mendapatkan hukuman). Menjelaskan pengakuan gereja perdana kepadanya sebagai apresiasi besar terhadap keteladanan Yusuf yg memiliki kualiafikasi sikap berbeda dengan yg lain, karena Yusuf memberikan persembahan bagi pekerjaan Tuhan sebagai ekspresi iman yg jujur.
  • Rasul-rasul menambah identitas baru nama Yusuf menjadi Barnabas. Nama aslinya adalah Yusuf yg artinya: penyelamat namun karena karakternya yg sangat menonjol dalam menopang pekerjaan Tuhan maka para rasul memberikan nama tambahan kepadanya yaitu BARNABAS yg berarti: anak penghiburan. Gereja perdana harus mengakui pengaruh kehidupan Barnabas karena merasa banyak diberkati, ditopang, dikuatkan oleh sikap dan karakter Barnabas.
Melihat kualifikasi IMAN YG MURNI dalam diri Barnabas menjadikan gereja tidak merasa bekerja seorang diri namun ditopang dengan tidak tangung-tanggung oleh pribadi yg dewasa karakternya. Ketika Barnabas berbicara maka perkataannya menciptakan atmofsfir iman yg membangun, menguatkan, menghiburkan dan mendayagunakan orang lain. Dan ketika ia bertindak maka semua orang dapat melihat dampak pemberiannya yg tulus sehingga menjadi daya tarik orang lain untuk percaya kepada Kristus. 
Betapa pentingnya peranan orang-orang yg memiliki kualitas iman yg murni bekerja membangun gereja Tuhan!
Gereja masa kini sesunggunya membutuhkan figur yg bersedia menaklukkan keakuan dan pementingan diri sendiri dibawah otoritas Kristus. Gereja Tuhan membutuhkan pribadi-pribadi yg bekerja dengan spirit memberi , melayani dan mengabdi tanpa pamrih untuk kepentingan kerajaan Tuhan yg kekal bukan untuk membangun kerajaan sendiri selama didunia ini. 
Gereja Tuhan membutuhkan orang-orang yg berani bertindak secara nyata dan tulus iklas dengan konsekuansi pengorbanan yg besar .
Gereja membutuhkan pribadi yg lebih dari sekedar aktivis gereja yg memiliki jabatan Pendeta atau gembala jemaat, 
Gereja Tuhan memang membutuhkan investasi material dan kematangan sumberdaya namun eksistensi gereja untuk mencapai keagungan pelayanan tidak dapat ditopang hanya oleh para penderma yg memiliki kemapanan ekonomi dengan tingkat intelektual tinggi yg bekerja aktif didalamnya . Gereja yg sehat membutuhkan pribadi-pribadi yg berkarakter unggul dengan  memiliki kualitas iman yg murni didalam hatinya. Jika bukan kemurnian, kejujuran dan kerelaan hati yg mendominasi gereja pastilah pementingan diri sendiri dan kecurangan yg sedang mencari jalan untuk merusak.
2. Memiliki PERSPEKTIF IMAN yg CERDAS (kisah Rasul 9 : 26 - 27)
9:26 Setibanya di Yerusalem  Saulus mencoba menggabungkan diri kepada murid-murid, tetapi semuanya takut kepadanya, karena mereka tidak dapat percaya, bahwa ia juga seorang murid. 9:27 Tetapi Barnabas  menerima dia dan membawanya kepada rasul-rasul dan menceriterakan kepada mereka, bagaimana Saulus melihat Tuhan di tengah jalan dan bahwa Tuhan berbicara dengan dia  dan bagaimana keberaniannya mengajar di Damsyik dalam nama Yesus.
Latar belakang Saulus yg menjadi dalang dan pelaku penganiayaan pengikut Kristus, masih meninggalkan trauma dan ketakutan para murid Tuhan saat itu. Sehingga tidak mudah menerima kehadiran Saulus dalam komunitas murid Kristus. Pertobatan Saulus yg telah diubahkan total oleh Tuhan  realitanya mengalami penolakan oleh murid-murid Tuhan. Ini sangat menyakitkan bagi petobat baru!
Sementara mereka tidak percaya , menaruh kecurigaan besar, takut menerima bahkan menolak kehadiran Saulus justru Barnabas tampil kedepan untuk MENERIMA dan MEMBAWANYA kepada para rasul. Sikap yg tidak populer karena melawan logika dan situasi psikologi manusia.
Barnabas memiliki perspektif iman yg cerdas untuk melihat realita secara obyektif, berpikiran positif dan kontruktif.: Perhatikan argumentasi Barnabas memaparkan bukti-bukti yang dapat dipercayai oleh semua orang.
  • Saulus melihat Tuhan di tengah jalan , (menujukkan bukti visual)
  • Tuhan berbicara dengan dia, (menujukkan bukti verbal) 
  • bagaimana keberaniannya mengajar di Damsyik dalam nama Yesus. (menunjukkan bukti perubahan nyata)

Wawasan teologia jemaat perdana memang tidak selengkap jemaat masa kini, yg dapat mempercayai konsep II Korintuss 5 : 17 secara mudah.
" Jadi barangsiapa ada didalam Kristus, ia adalah ciptaan baru, yg lama sudah berlalu, sesungguhnya yg baru sudah datang."
Namun Barnabas sanggup melihat cara pandang Allah untuk menanggapi panggilan Saulus secara benar. Itu menunjukkan kecerdasan imannya didalam Tuhan.
Panggilan Allah kepada Saulus menjelaskan bahwa Allah dapat memakai siapa saja orangnya tanpa memandang latar belakang, kebejatan moral, kebodohan atau segudang dosa yg pernah diperbuatnya.
Allah secara mutlak dapat memilih siapa saja, Allah bersedia menerima, Allah sanggup mengampuni dan Allah dapat memakai semua orang tanpa terkecuali sebagai alatNya tanpa meminta pertimbangan manusia.
Bagaimana mungkin kita manusia ciptaan Allah berani membuat aturan sendiri untuk menolak orang yg sudah diubahkan Allah?
Kebesaran hati Barnabas meneladankan sikap Kristus yg bersedia: mengampuni, melupakan kesalahan, tidak memandang rupa, bekerja bersama untuk memperluas Kerajaan Allah.
Pastinya, tanpa dukungan Barnabas tidak akan pernah lahir Paulus yg menjadi rasul Yesus Kristus dan penulis sebagian besar kitab Perjanjian Baru .
3.  Memiliki PERSPEKTIF IMAN yg KONSTRUKTIF (Kisah rasul 15 : 37-38)
Barnabas dan Paulus adalah team pelayanan yg solid, dimana Yohanes Markus juga terlibat didalamnya . Dalam perjalanan pekabara Injil yg pertama Yohanes Markus serta merta memutuskan diri untuk meninggalkan pelayanan sementara berada di Pamfilia. ( Kisah rasul 13:13)
Paulus menolak dengan tegas kehadirannya, karena pembelotannya untuk tidak melanjutkan pelayanan saat di Pamfia tidak dapat dianggap kesalahan remeh, ini adalah problem serius, dosa besar dalam pelayanan  sehingga ia tidak melibatkan dalam perjalanan misi yg berikutnya.
Namun Barnabas masih berharap dapat melibatkan Markus dalam pelayanan,
15:37 Barnabas ingin membawa juga Yohanes yang disebut Markus  15:38 tetapi Paulus dengan tegas berkata, bahwa tidak baik membawa serta orang yang telah meninggalkan mereka   di Pamfilia dan tidak mau turut bekerja bersama-sama dengan mereka.
Barnabas bukanlah orang yg kompromis terhadap dosa, ia bukanlah orang yg tidak selektif dalam melibatkan orang dalam pelayanan. Sejarah mencatat tanpa ragu integritasnya. (Kisah Rasul 11:24) karena Barnabas adalah orang baik, penuh dengan Roh Kudus dan iman. Sejumlah orang dibawa kepada Tuhan.

Jadi apa logika berpikirnya Barnabas sehingga tetap bersikukuh melibatkan Markus dalam pekerjaan Tuhan?
Realita tidak selalu menunjukkan POTENSI yg sebenarnya dalam diri seseorang. Selalu ada HARAPAN terjadinya PERUBAHAN dalam diri seseorang yg hancur sekalipun.
Penerimaan diri Yohanes Markus dalam pelayanan bukanlah kasus nepotisme, walaupun kenyataannya Markus adalah kepokannya. 
Lebih dari sekedar berpikir positif, Barnabas berani mendemostrasikan kecerdasan imannya untuk memandang bahwa SELALU ADA HARAPAN PERUBAHAN didalam Tuhan.
Kegagalan seseorang bukan akhir dari masa depan, terpukul jatuhnya seseorang bukanlah kematian selamanya. Pengalaman kegagalan atau kekalahan adalah dinamika alami manusia supaya kita menyadari kelemahan diri dan semakin banyak belajar dari Allah yg menjadi sumber pertolongan tiada batas.
Lebih mudah untuk menjatuhkan sanksi hukuman dari pada memberikan solusi masa depan!
Barnabas melihat potensi harapan besar , berpikir jauh kedepan dan memberikan kesempatan yg kedua kepada Yohanes Markus.
ini adalah standar harapan yg harus dimiliki oleh mereka yg berperan besar dalam pemimpin jemaat.
Sebagai hasilnya, Yohanes Markus bukan saja sukses dalam pelayanan namun ia juga dipercaya Allah untuk menulis 16 pasal Injil Markus dalam Perjanjian baru serta Rasul Paulus dengan ksatria harus mengakui bahwa Yohanes Markus adalah seorang hamba Tuhan yg sangat penting peranannya, sangat menguntungkan dan memberkati dunia sampai sekarang ini.
Perubahan Besar tidak dimulai dari tindakan orang yg besar bahkan lebih banyak dimotori dari balik layar, ini adalah karya terbaik Barnabas, orang yg tidak mudah terbawa arus, berpendirian teguh terhadap kebenaran, tidak gampang putus asa dengan kegamangan persoalan. Bahkan  Ia selalu berpikir jauh kedepan melewati realita buruk, melihat potensi besar, melihat harapan baru, menatap masa depan cerah sementara orang lain menganggap sebagai kegagalan serius dan kehancuran total.
Gereja Tuhan masa kini membutuhkan tiang penopang seperti Barnabas!
Untuk saya dan Saudara keteladanan Barnabas ditujukan.
Menjadi tiang penyangga pertumbuhan gereja bukanlah pilihan , bukan impian atau rancangan masa depan kita.
Menjadi tiang penyangga pertumbuhan gereja adalah bagian hidup kita, tanggungjawab kita, visi kerja kita dan sukacita kita SEKARANG INI dan SETIAP HARI.
Just Do It Now............................... GOD BLESS U......
By; Haris Subagiyo

Karya Gereja Di-tengah Dunia



Studi Kisah Para Rasul 3 : 1 - 10

Peristiwa Pentakosta yg mengubahkan spiritual para murid dengan gaya hidup yg dipenuhi Roh Kudus, sekaligus melahirkan gereja Tuhan di muka bumi ini tidak boleh berhenti pada sikap eksklusif  atau hanya enjoy  dengan felowship kelompok  sendiri.
Bukan peristiwa yg terjadi secara kebetulan sejak pertama kali gereja berdiri menyasar pada kesembuhan secara spektakuler orang lumpuh didepan gerbang Indah sebagai manifestasi kerja pertama kali gereja ditengah dunia nyata.. 

Apa pentingnya pengalaman Petrus dan Yohanes menyembuhkan seorang lumpuh dalam konteks peranan gereja masa kini? 
1. Gereja Tuhan yg dilengkapi dengan otoritas Allah tidak berperan dalam posisi menikmati berkat Tuhan, anugerah dan Kuasa Tuhan tetapi dipanggil secara aktif memberikan aksinya untuk perubahan dunia ini.
2. Realita ketidakberdayaan manusia secara phisik dan spiritual adalah sasaran yg harus dijangkau gereja Tuhan secara nyata dengan tujuan memindahkan manusia yg penuh dengan keluhan persoalan menjadi pribadi yg gemar menyembah Allah.

Realita Penderitaan dibawah Kemegahan Dunia (ayat.2)


Di situ ada seorang laki-laki, yang lumpuh sejak lahirnya   sehingga ia harus diusung. Tiap-tiap hari orang itu diletakkan dekat pintu gerbang   Bait Allah, yang bernama Gerbang Indah, untuk meminta sedekah 
Konstruksi Gerbang Indah sungguh mengagumkan karena sebagian besar material teksturnya terbuat dari perunggu yg dibawa dari kota Korintus dengan modifikasi ukiran-ukiran dari emas. Manakala sinar matahari menerpa gerbang tersebut, maka dari kejauhan akan tampak kemilau sinar gerbang indah itu terpancar sangat memukau,  megah dan mengesankan.
Namun kontradiksi dengan apa yg ada dibawahnya, dibawah Gerbang Indah ini duduklah seorang pengemis yg lumpuh tidak berdaya selama 40 tahun yg mengantungkan hidup dari meminta sedekah. oooooh betapa memilukan.


Ditengah kemegahan karya seni yg bertaburan harta yg tak ternilai dan hingar-bingarnya kemajuan jaman, kenyataannya masih menyisakan orang-orang yg merasa kesepian, kehilangan masa depan, tidak berdaya, miskin produktivitas, kehilangan martabat, menderita secara phisik dan siksaan batin. Mereka membutuhkan sumber pertolongan yg sanggup menyelesaikan akar persoalan untuk pemulihan total kehidupannya.


Bagaimana Karya Gereja Tuhan ditengah dunia?


1. Gereja dipanggil untuk memberikan HARAPAN BARU bagi dunia (ayat.4-6)



3:4 Mereka menatap dia dan Petrus berkata: "Lihatlah kepada kami." 3:5 Lalu orang itu menatap mereka dengan harapan akan mendapat sesuatu dari mereka. 3:6 Tetapi Petrus berkata: "Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu: Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret   itu, berjalanlah.

Sungguh tragis kualitas pengharapan pengemis lumpuh ini. Frustasi karena sudah 40 tahun terkekang dibawah penderitaan, Maka kesembuhan secara phisik sudah tidak terpikir lagi olehnya. Patah arang, putus asa, tidak memiliki masa depan dan hidup tanpa pengharapan adalah potret pengemis lumpuh didepan Bait Allah. Setiap orang yg melintas didepannya membesarkan harapan hanya untuk memberikan sedekah. 


Petrus dan Yohanes datang membawa HARAPAN BARU. 


Kebutuhan yg paling esensial dari pengemis lumpuh ini bukanlah mendapatkan uang untuk sekedar hidup. Meminta-minta sedekah adalah akibat dari kondisi ketidakberdayaan (invalid) secara phisik untuk menjadi orang yg TIDAK produktif  bukan etos kerjanya. 

HARAPAN BARU disampaikan , yg nilainya lebih mahal dari emas dan perak.

HARAPAN BARU membawa perubahan besar dan mendasar dengan nilai kekekalan

HARAPAN BARU memberikan masa depan yg cemerlang

Harapan itu ada dalam nama TUHAN YESUS, Allah yg sanggup melakukan segala perkara, Allah yg sanggup mengubahkan segala sesuatu yg tidak mungkin menjadi mungkin.



Jadi Gereja dipanggil untuk menyelesaikan akar persoalan kehidupan bukan sekedar menyentuh gejala-gejalanya saja.


Petrus dan Yohanes mereprestasikan gereja Tuhan untuk merubah harapan semu dan harapan sementara menjadi HARAPAN KEKAL yg sanggup memulihkan aspek persoalan manusia berbasiskan keabadian. 

Gereja Tuhan dipanggil untuk merubah orientasi berpikir yg material : yg berbasiskan uang, makanan, kekuatan manusiawi menjadi pola pikir spiritual yg berpusat pada Allah.

Gereja Tuhan selalu mempunyai energi yg cukup bahkan sangat luar biasa dari otoritas nama Tuhan Yesus yg sangat amat berkuasa untuk menjadi sumber pertolongan bagi mereka yg membutuhkan didunia.


2. Gereja dipanggil untuk melakukan TRANSFORMASI SPIRITUAL


Transformasi rohani adalah kebutuhan yg jauh lebih besar dari sekedar bebasnya manusia dari persoalan: penyakit, kemiskinan, kesepian dan ketidakberdayaan hidup.


Ketika orang itu melihat, bahwa Petrus dan Yohanes hendak masuk ke Bait Allah, ia meminta sedekah (ayat.3)


Sesungguhnya pengemis lumpuh ini hanya berharap mendapatkan SEDEKAH, sama sekali tidak terpikirkan terjadinya MUJIZAT KESEMBUHAN karena masa penderitaan selama 40 tahun telah membentuk mentalnya sebagai orang yg frustasi, pahit dan merasa terbuang. Kondisinya yg tidak berdaya memaksanya menjadi profesi sebagai peminta-minta. Jadi hanya sekedar dapat hidup itu sudah dianggap sebagai anugerah yg cukup.

Tetapi kuasa Allah telah merubah harapan kosongnya menjadi kenyataan yg mengubahkan.


3:7 Lalu ia memegang tangan kanan orang itu dan membantu dia berdiri. Seketika itu juga kuatlah kaki dan mata kaki orang itu. 3:8 Ia melonjak berdiri lalu berjalan kian ke mari dan mengikuti mereka ke dalam Bait Allah, berjalan dan melompat-lompat   serta memuji Allah. 


Demonstrasi kuasa Allah selalu dimanifestasikan melebihi harapan, pemikiran, doa dan keinginan baik manusia.
Demonstrasi kuasa Allah pola kerjanya tidak berhenti pada kepentingan yg sementara saja tetapi selalu menatap pada kepentingan kekekalan.


Pengemis lumpuh ini bukan saja sanggup berdiri, berjalan dan melompat-lompat tetapi telah terjadi perubahan MENTAL secara spektakuler. 


3:9 Seluruh rakyat   itu melihat dia berjalan sambil memuji Allah, 3:10 lalu mereka mengenal dia sebagai orang yang biasanya duduk meminta sedekah di Gerbang Indah   Bait Allah, sehingga mereka takjub dan tercengang tentang apa yang telah terjadi padanya.



Perubahan mental dari seorang yg terkenal sebagai peminta-minta di Bait Allah menjadi:

a. Seorang Pemuji Allah

b. Seorang yg menceritakan perbuatan Allah yg mengundang suasana takjub dan mengherankan.



Mujizat terbesarnya tidak dapat dinilai dari terbebasnya penderitaan phisik karena dalam banyak kasus, tidak semua orang yg percaya Tuhan Yesus beroleh mujizat kesembuhan phisik.  namun telah berpindahnya hati seseorang dari DIRI SENDIRI menuju pada ALLAH. Dan telah berubahnya orientasi seseorang dari hidup untuk diri sendiri menjadi seorang PENYEMBAH ALLAH. ini jauh bernilai abadi


3. Gereja dipanggil sebagai SAHABAT MEREKA YG MEMBUTUHKAN (ayat.3-7)



3:4 Mereka menatap dia dan Petrus berkata: "Lihatlah kepada kami." 3:5 Lalu orang itu menatap mereka dengan harapan akan mendapat sesuatu dari mereka. 3:6 Tetapi Petrus berkata: "Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu: Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret   itu, berjalanlah  !" 3:7 Lalu ia memegang tangan kanan orang itu dan membantu dia berdiri. Seketika itu juga kuatlah kaki dan mata kaki orang itu.


Otoritas yg ada dalam nama Tuhan Yesus sangat luar biasa tidak perlu ditambah keterlibatan kekuatan manusia sedikitpun. 

Namun kenyataannya:

Apakah dibutuhkan teknik-teknik tambahan supaya kuasa itu menjadi lebih bermanifestasi?


Perhatikan Petrus membangun komunikasi dengan: menatap mata, melihat dia , memegang tangan dan membantunya berdiri !

Itu bukanlah metode yg harus kita adopsi dalam gereja kita, pesan yg dapat kita tangkap dari ekspresi Petrus adalah bentuk TOTAL CARE ( perhatian yg total) kepada mereka yg lemah tak berdaya supaya mendapatkan  pelayanan spesial sampai tuntas.
Petrus tidak memposisikan diri sebagai seorang yg BERKUASA, PALING DIBUTUHKAN, ORANG PENTING dan HEBAT , justru kepercayaan yg Allah berikan kepadanya menjadikannya sebagai SAHABAT mereka yg lemah tak berdaya.


Apakah yg dapat diberikan Gereja Tuhan sebagai sahabat bagi mereka yg lemah? (ayat.6)


a. Menjadi sahabat yg memberikan secara jujur (tulus)


 "Emas dan perak tidak ada padaku....."
Tidak memberikan emas dan perak bukanlah alasan pembenar bagi gereja untuk tidak perlu memberikan material atau uang kepada mereka yg sungguh membutuhkan (dengan alasan tidak mendidik atau tidak menyelesaikan masalah). 

Konteks ini berbicara tentang:

  • KEJUJURAN : menjadi hamba Tuhan memang bukanlah profit oriented
  • KEPEKAAN : yg menjadi persoalan dasarnya bukanlah kemiskinan tetapi kelumpuhan.
b. Menjadi sahabat yg memberikan dengan kapasitas maksimal   " tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu.."

Tuhan meminta "apa yg ada" pada diri kita untuk diinvestasikan tanpa keraguan bagi pelayanan pekerjaan Tuhan. Gereja bukanlah perusahaan jasa pengumpul persembahan atau perpuluhan jemaat dengan alasan OPERASIONAL GEREJA. 

Gereja seharusnya menjadi TOTAL MISSION CARE yg berperan secara proaktif menyalurkan berkat-berkat Tuhan tidak terbatas hanya untuk kepentingan operasional  atau kebutuhan internal gereja.
Gereja seharusnya berorientasi misi secara nyata bukan LIPS SERVIS: 

Sungguh kontradiktif jika gereja yg sudah mapan secara ekonomi telah menghentikan kerja misinya dengan sibuk menata interior dan eksterior gereja yg tidak pernah merasa up todate. Sementara para pejuang Kristus yg sedang merintis pekerjaan Tuhan bukan dijadikan mitra kerja malah dianggap sebagai rival yg tidak perlu ditopang malah kalau bisa dikerdilkan eksistensinya.
 

c. Menjadi sahabat yg memberikan yg benar dan paling baik 


 "Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret  itu, berjalanlah"
Tuhan Yesus adalah pusat dari hidup dan pelayanan gereja, Dia adalah berita utama sekaligus sumber kuasa yg sangat efektif untuk mengubahkan segala sesuatu.
Didalam Tuhan Yesus ada jawaban yg selalu cukup untuk segala perkara yg dihadapi oleh gejolak persoalan dunia ini.

Temukan banyaknya orang-orang yg menderita dibawah bayang-bayang kemegahan dunia!

Spirit Pentakosta bukanlah spirit untuk mendapatkan sesuatu dari Roh Kudus.

Spirit Pentakosta adalah spirit untuk MEMBERI, MELAYANI dan BERSAKSI BAGI KRISTUS

Gereja bukanlah lembaga keagamaan yg mengatas namakan Tuhan namun hanya mengeruk keuntungan untuk kepentingan perorangan atau kelompok.


Gereja adalah kumpulan mereka yg dipanggil keluar dari cara dunia untuk kembali masuk kedunia secara proaktif menjadi saluran pertolongan dan harapan baru bagi mereka yg membutuhkan. 


Roh Kudus sudah memilih kita untuk bekerja didalamnya

Selamat menikmati lawatan Roh Allah

Just Do it NOW.................



by Haris Subagiyo

DIUBAHKAN dari KEBAIKAN menuju KESEMPURNAAN

Standar normatif manusia hidup adalah : "menjadi orang baik". Namun rancangan Allah bagi manusia tidak terbatas membawa manusia berhasil melakukan KEBAIKAN saja. Allah tidak puas dengan kinerja baik atau berhenti pada prestasi menjadi baik . Allah akan terus bekerja memindahkan kita sampai menuju KESEMPURNAAN. sanggup bersinar mengekspresikan kehidupan yg agung, mulia dan  berkenan  dihadapan Allah.
Thema central yg diusung Tuhan Yesus dalam misinya kedunia ini, dapat dirangkum dengan satu kata: " transformasi" Terjadi perubahan, peningkatan kualitas hidup, berpindahnya kualitas kehidupan menuju pada tata nilai yg bermutu tinggi. 


Apa relevansinya perayaan Kenaikan Tuhan Yesus kesorga dengan realita hidup kita saat ini?.

 

  • Kita sering memaknai Kenaikan Tuhan Yesus ke sorga secara dangkal (tidak paham dengan yg sedang dikerjakan), ceremonial (menganggap sebagai upacara keagamaan dalam gereja) atau hanya sekedar untuk mengisi rutinitas kalender kegiatan keagamaan belaka. 
  • JIka kita tidak mengerti atau salah memahami tentang makna kenaikan Tuhan Yesus kesorga berarti telah banyak kehilangan momentum untuk mengaktualisasi kemajuan iman, kasih dan pengharapan didalam Kristus.
  • Perhatikan penghargaan pemerintah terhadap peristiwa kenaikan Tuhan Yesus kesorga. Negara memberikan apresiasi besar pada kenaikan Tuhan Yesus sebagai HARI LIBUR NASIONAL supaya kita memusatkan perhatian dalam merayakan serius  namun kita malah menjadikan hari cuti bersama untuk bertamasya sepuasnya.
Peristiwa Kenaikan Tuhan Yesus ke sorga memberikan pelajaran mendasar tentang  potensi perubahan yg progresif. Kita diberikan kesempatan untuk mengubahkan kualitas iman yg bernilai biasa menjadi luar biasa, iman yg bernilai baik menjadi sejati.
Jadi iman kristen memiliki peluang dibangun menjadi semakin besar ,semakin kuat dan semakin berdayaguna dengan capaian nilai keabadian.


Bagaimana caranya membangun konstruksi iman kita menjadi semakin besar dan agung dihadapanNya?

I. Bangunlah konstruksi iman diatas dasar REALITA dan FAKTA yg abadi (ayat.11)

"Hai orang-orang Galilea,  mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali  dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga."

kata "meninggalkan kamu"
Diekspresikan dengan tangan Tuhan Yesus yg memberkati bukan respon kesedihan seperti pergi tanpa tujuan (Lukas 24 : 50-51)

Direlevansikan dengan "sorga" dan "kedatanganNya yg kedua kali: menunjukkan FAKTA atau REALITA tentang sorga dan kedatangan Kristus kedua kali.
  • Tuhan Yesus naik ke sorga: menjelaskan bahwa sorga adalah REALITA.
  • Tuhan Yesus akan datang kembali : menjelaskan bahwa Kedatangan Tuhan Yesus kedua kali ke bumi adalah KEPASTIAN.
Dapatkah kita mempercayai Tuhan Yesus dengan Firman, Janji dan perbuatanNya sebagai REALITA ?
Banyak perkara dalam dunia ini yg dapat kita PERCAYAI, dianggap logis (ilmiah)  walaupun tidak dapat melihat bentuk phisiknya. Realitanya kIta dapat merasakan manfaat atau pengaruhnya secara langsung namun dengan mata telanjang kita tidak dapat melihatnya!

contoh 1.

Radiasi:
 adalah pancaran energi melalui suatu materi dalam bentuk panas, partikel atau gelombang elektromagnetik/cahaya (foton).
Radiasi tidak dapat dideteksi oleh indra manusia, sehingga untuk mengenalinya diperlukan suatu alat bantu pendeteksi yang disebut dengan detektor radiasi. 
gelombang radio (yang membawa informasi melalui radio dan televisi); 
gelombang mikro (yang digunakan dalam microwave oven )

transmisi seluler (handphone); 

sinar inframerah (yang memberikan energi dalam bentuk panas) 

sinar ultraviolet (yang dipancarkan matahari).



contoh 2.

Rotasi bumi


Bumi berputar mengelilingi matahari dengan kecepatan 1604 km/jam.
Referensi perbadingan: 

Kecepatan suara 1.200 km/jam.

Kecepatan Pesawat concorde (jet supersonic)  2,04 mach (2.200 kilometer per jam)

Demikian cepatnya sampai kita tidak merasakan putaran bumi tetapi merasakan pengaruhnya. 
Bumi kita berputar seperti gasing. Gerak putar Bumi pada sumbu putarnya ini dinamakan gerak rotasi. Bumi kita menyelesaikan satu putaran / rotasi dalam waktu 23jam 56menit 4,1detik. Rotasi bumi mengakibatkan peristiwa-peristiwa :Pergantian siang dan malam, Perbedaan waktu, Pembelokan arah angin, dll.


Dapatkah kita membantah fakta yg tidak kelihatan namun kita dapat merasakan pengaruhnya?

Iman kristen mempercayai FAKTA ABADI yg tak terbantahkan.

Definisi iman adalah  dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan  dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. Sesuatu yg tidak kita lihat itu bukanlah fatamorgana atau fantasi akal untuk menghibur diri. Iman kristen tidak mempercayai fantasi ROHANI yg menipu atau tidak nyata. Kita mempercayai pribadi Tuhan yg nyata, pekerjaan Tuhan yg nyata, janji Tuhan yg pasti dan kehidupan kekal yg REALISTIS.
Jadi kekristenan tidak dibangun diatas dasar bahan yg rapuh, sembarangan dan tidak berkualitas!

Jelaslah bahwa saat Tuhan Yesus berbicara tentang sorga, berarti sorga adalah realita!
Seberapa realistis sorga itu, sehingga Tuhan Yesus perlu membahasnya?
Yohanes 14 : 1-3 
Ay 2a: ‘Di rumah BapaKu banyak tempat tinggal’. . ‘Rumah Bapa’ dalam bhs. Yunani :MONE" diterjemahkan dalam bhs.Inggris MANSION
"In my Father's house are many mansions,"

Ide dasar yg disampaikan adalah berlimpahnya tempat (ruang), dan keabadian dari tempat tinggal.
  •     Sorga adalah tempat yg sangat luas sehingga cukup bagi semua orang percaya.
  •     Sorga  adalah suatu lokasi bukan sekedar suatu kondisi.
  •     Sorga menunjukkan tempat  tinggal yg permanen.
Untuk apa Tuhan Yesus pergi kesorga?

a. Tuhan Yesus ke sorga untuk menyediakan tempat  (Ayat 2b)
Ungkapan yg sepadan dengan menyiapkan tempat adalah sebagai ‘Perintis’atau ‘forerunner’
bhs.Yunani: "PRODROMOS" 
Pasukan elit pengintai Romawi 

yg bertugas sebagai pasukan pengintai atau pasukan pendobrak.
Mereka berjalan di depan pasukan utama untuk membuka jalan dan memastikan keamanan dari pasukan yg dibelakangnya untuk mengikuti mereka


Kapal Sekoci pembimbing: 
Pelabuhan Alexandria adalah tempat yang sukar di dekati. Pada saat kapal pengangkut jagung 
atau  gandum yang besar akan bersandar dipelabuhan dibutuhkan kapal pembimbing melewati tempat yg aman .Perahu pembimbing itu disebut PRODROMOS. 
Itulah yang Yesus lakukan. Ia membuka jalan ke surga dan kepada Allah supaya kita mengikuti langkah-langkahNya


b. Tuhan Yesus merindukan persekutuan yg abadi (Ayat 3c)
‘membawa kamu ke tempatKu’
. terjemahan yg lebih baik adalah: " membawamu kepadaKu sendiri" gagasan yg disampaikan adalah bukan sekedar membawa kita ke surga tetapi menempatkan diri kita dalam pelukanNya selama-lamanya. berada dalam felloship yg abadi dan permanen.

Aplikasi:
"Biarpun miskin didunia tetapi kaya disorga" adalah puisi cengeng yg merendahkan diri sendiri.
Fakta yg harus kita percayai adalah:
Untuk perkara yg akan datang , untuk perkara yg jauh lebih besar dan untuk perkara yg abadi Tuhan Yesus sudah merancangkan , dan sekarang Dia sedang bekerja mempersiapkan segala sesuatu untuk kepentingan kita apalagi untuk perkara-perkara masa kini yg bersifat jasmaniah dan sementara. Tuhan Yesus pasti mempedulikan dan sanggup memenuhinya. Bagi Tuhan Yesus segalanya bersifat mungkin dan pasti.

Betapa berharga dan mulianya manusia dihadapan Allah.
Tuhan Yesus bukan saja mati untuk menyatakan kasihNya yg terbesar dan Dia bangkit untuk menyatakan kuasaNya yg terbesar namun Dia juga bekerja untuk mengubah nilai kualitas manusia yg dibatasi kesementaraan ,dapat rusak, dapat sakit dan binasa. Diubahkan menjadi manusia Ilahi dengan potensi tanpa batas, memerintah bersama Allah, hidup dalam persekutuan permanen selama-lamanya.

Tidak ada kata "PERCUMA" atau "SIA-SIA" membangun hubungan dengan Tuhan Yesus. 
Kenaikan Tuhan Yesus ke sorga yg pertama hendak memastikan bahwa: 
Kepercayaan yg kita letakkan kepadaNya sudah berada pada tempat yg tepat dan berbuahkan keabadian.
Pengharapan yg kita nantikan didalam Dia adalah PASTI sehingga tidak beralasan untuk mencampur dengan keraguan.
Janji yg Dia berikan adalah bersifat BENAR karena seluruhnya pasti digenapi.

Kenaikan Tuhan Yesus hendak menjawab kegelisahan, kebingungan, kekurang percayaan atau bahkan kelelahan kita saat mendedikasikan hidup untuk Tuhan. Percayalah bahwa didalam Tuhan Yesus masih ADA HARAPAN BARU, ada MASA DEPAN SUPER dan ADA KEHIDUPAN ABADI yg tidak akan tergoncang oleh perubahan apapun.
Tubuh manusia yg fana akan diubahkan menjadi tubuh kemuliaan yg tidak dapat binasa, 
Masa hidup kita yg sementara dan serba terbatas akan diubahkannya menjadi kekal 

Masa kelam yg kesia-siaan  pasti diubahkanNya menjadi kesempatan yg berdayaguna bagi kerajaan Allah. 

Ini bukanlah JANJI kosong namun REALITA yg sungguh-sungguh dapat dipercayai. 

Kenaikan Tuhan Yesus memeteraikan atau telah disahkannya JANJI TUHAN sebagai pengharapan yg hidup, benar, pasti. 
sekali lagi ini adalah proklamasi bahwa pengharapan kita kepadaNya bukanlah imajinasi yg sia-sia tetapi pengharapan yg berdasar, pengharapan yg pasti dan pengharapan yg nyata.

II.Bangunlah konstruksi iman diatas dasar RELASI yg abadi (ayat. 8)
Tetapi kamu akan menerima kuasa , kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku   di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria  dan sampai ke ujung bumi


Roh Kudus menjadi syarat mutlak terjadinya perubahan ! Kitab Kisah Para Rasul disebut sebagai kitab perbuatan Roh Kudus


Tidak akan terjadi manifestasi kuasa Allah tanpa kehadiran Roh Kudus
Tidak akan terjadi perubahan kehidupan tanpa Roh Kudus

Tidak mungkin ada keberhasilan dalam kehidupan dan pelayanan tanpa Roh Kudus

Roh Kudus menjadi KEBUTUHAN yg tidak dapat dihindari dalam semua aspek kehidupan.
Setelah Kristus naik ke surga, maka Kristus tidak lagi menyertai orang percaya secara jasmani (Mat 26:11), tetapi dengan turunnya Roh Kudus, Ia menyertai orang percaya secara rohani (Yoh 14:16,18,19) dan selama-lamanya. 



Mengapa Tuhan Yesus harus naik kesorga? 


Bagi Tuhan Yesus 

Makna kenaikanNya ke sorga adalah: bagaikan stempel yg mengesahkan pekerjaanNya selama didunia. Ia sudah turun dari sorga , lahir sebagai manusia, melayani, mati disalib, bangkit kembali melayani selama 40 hari.

Peristiwa kenaikan Tuhan Yesus menjelaskan: Dari sorga kembali kesorga ini adalah stempel bahwa seluruh pelayananNya telah diterima Bapa di sorga. 


Bagi orang percaya:

Sebelum Kenaikan Tuhan Yesus, Roh Kudus juga bekerja bahkan selalu bekerja bersama dengan Allah Bapa dan Tuhan Yesus dalam ruang lingkup secara terbatas (limited) namun sesudah kenaikan Tuhan Yesus, Roh Kudus bekerja secara tidak terbatas (unlimited)

(Yohanes 16:7)

Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia   kepadamu

Roh Kudus tidak akan memulai pekerjaan-Nya jika Tuhan Yesus tidak pergi naik kesorga
.
Kenaikan Tuhan Yesus kesorga adalah dimulainya babak baru dalam pelayanan.,dimana Roh Kudus bekerja membangun gereja dan Kristus akan memerintah sebagai Kepala yg membangun gereja dibumi. (Efesus 1:22-23). Dimensi Ruang dan waktu tidak lagi menjadi hambatan karena Roh Kudus akan tinggal dan memberi kuasa  dalam diri para pengikut-Nya. 

Jadi kenaikan Tuhan Yesus kesorga dengan tujuan untuk mengirim Roh Kudus sebagai pengganti kehadiran-Nya secara fisik dibumi.


Yang perlu dicatat adalah: bahwa Roh Kudus bukanlah sekedar kuasa Allah walaupun benar Roh Kudus adalah Roh Allah yg berkuasa. Namun Dia adalah Pribadi Allah sendiri yg pada hakekatnya juga sangat senang bersekutu dengan manusia.

Mengenal pribadi Roh Kudus dengan benar akan membangun konstruksi iman yg benar .


Kisah rasul 1:5
Kata depan "dengan" adalah terjemahan dari kata Yunani _en_ yang sering kali diterjemahkan juga sebagai "dalam". Jadi terjemahan yg lebih tepat adalah "kamu akan dibaptiskan dalam Roh Kudus". Dengan demikian, "dibaptiskan dengan air" dapat juga diterjemahkan "dibaptiskan dalam air".
Gagasannya adalah memasukkan hati manusia dalam denyut kerinduan Allah sendiri yg sangat berapi-api untuk menikmati persekutuan pribadi dengan umatNya.


Aplikasi:

Roh Kudus bukan kuasa Allah yg dapat kita eksploitasi dengan tujuan spiritual panggung atau pamer

Kehadiran Roh Kudus kedalam dunia menjadi karunia Allah yg sangat besar dan sumber segala berkat, Roh Kudus menjadi Penolong dalam hati kita dan tinggal dalam diri kita sampai selama-lamanya.

Bagi kita yang sudah diselamatkan, yang sudah menerima Roh Kudus, perlukah kita berdoa minta Roh Kudus lagi?

Apa tujuan kita mengadakan persekutuan doa sepuluh hari menjelang hari Pentakosta?

Kita bukan untuk minta Roh Kudus turun lagi melainkan meminta supaya Roh Kudus terus bekerja di dalam diri kita dan orang-orang lain. Roh Kudus bekerja tidak berhenti sampai hari Pentakosta saja namun setiap hari adalah hari Roh Kudus bekerja

Setiap hari adalah hari Tuhan Yesus dan Allah Bapa bekerja.
Itu berarti bahwa kita tidak ditinggalkan sendirian oleh Tuhan Yesus.

Selalu ada Roh Kudus dalam hidup kita. Ia menghibur, menolong, memberi kekuatan, mencurahkan kasih kepada kita selamnya. 

III. Bangunlah konstruksi iman diatas dasar VISI yg abadi (ayat.8)
Tetapi kamu akan menerima kuasa , kalau Roh Kudus turun ke atas kamu,  dan kamu akan "menjadi saksi-Ku"  di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria  dan sampai ke ujung bumi. 
Visi besar yg Allah berikan dalam diri kita, bukan sekedar menjadi orang yg baik, berhasil, makmur namun menjadi orang yg berdaya guna atau efektif. Bukan menjadi orang gemuk dengan berkat Tuhan tetapi menjadi saluran berkat.
Diubahkan menjadi saksi Kristus yg efektif itulah kepercayaan besar yg Allah percayakan kepada manusia. itu VISI keabadian iman kristen
Kenaikan Tuhan Yesus menjelaskan tentang Tindakan aktif, KERJA, peran :
  • Tuhan Yesus naik ke sorga menyediakan tempat bagi kita, disusul dengan kedatanganNya kedua kali.
  • Roh Kudus turun dalam diri orang percaya melengkapi kerja pelayanan secara efektif.
  • Para murid dipercaya dengan tanggungjawab sebagai saksi Kristus. Ini adalah kesempatan untuk mendemonstrasikan KEMAUAN kita yg berkolaborasi dengan KEKUATAN Allah untuk mengubahkan dunia ini.
Allah tidak memanggil kita menjadi seorang Pendeta, gembala jemaat atau staf gereja yg baik. pastinya Allah memanggil kita menjadi PEMBAWA KABAR BAIK.
Allah tidak memanggil kita untuk menyandang predikat atau jabatan yg baik dalam pelayanan. 
Allah tidak menuntut kita memiliki sederet gelar akademis yg membanggakan. Namun Allah menuntut KINERJA AKTIF dalam pelayanan. Apa gunanya struktural organisasi, jabatan dan gelar yg disandang tetapi tidak menampakkan kerja yg aktif atau tidak bergiat dengan kesungguhan hati dalam melayani Tuhan.
Allah mendesain kita bukan hanya berguna bagi diri sendiri dan berpusat pada diri sendiri tetapi berguna bagi orang lain.
"Seindah apapun sebuah lilin, tidak dapat menerangi kegelapan sekitarnya kecuali ia bersedia terbakar dan meleleh untuk menyalakan api. Seindah apapun hidup kita, hanya akan dikagumi namun tidak menerangi dan menyembuhkan kehidupan dalam kegelapan, sampai kita bersedia meleleh dalam kasihNya dan menjadi persembahan yg hidup."
Bagaimana mungkin kehidupan kita yg tidak cakap, berlatar belakang kelam bahkan hancur dapat diubahkan ?
Alkitab membuktikan kesanggupan Allah mengubahkan secara radikal kehidupan Petrus.

a. Petrus menyembuhkan seorang lumpuh didepan bait Allah: Kisah Para rasul 3 : 6-9
Tetapi Petrus berkata: "Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu: Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret  itu, berjalanlah  !" 3:7 Lalu ia memegang tangan kanan orang itu dan membantu dia berdiri. Seketika itu juga kuatlah kaki dan mata kaki orang itu. 3:8 Ia melonjak berdiri lalu berjalan kian ke mari dan mengikuti mereka ke dalam Bait Allah, berjalan dan melompat-lompat   serta memuji Allah. 3:9 Seluruh rakyat   itu melihat dia berjalan sambil memuji Allah,
b.Kotbah Petrus mengubahkan 3000 orang kemudian secara cepat berubah menjadi 5.000 orang laki-laki( Kisah para rasul 2 : 41 ; 4 : 4)
2:41 Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah   mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa. 2:42 
4:4 Tetapi di antara orang yang mendengar ajaran itu banyak yang menjadi percaya, sehingga jumlah mereka menjadi   kira-kira lima ribu orang laki-laki
c. Petrus menjadi orang yg sangat dihormati dan penuh kuasa Allah (Kisah rasul 5 : 14-16)
Namun mereka sangat dihormati orang banyak.   5:14 Dan makin lama makin bertambahlah jumlah orang yang percaya kepada Tuhan, baik laki-laki maupun perempuan, 5:15 bahkan mereka membawa orang-orang sakit ke luar, ke jalan raya, dan membaringkannya di atas balai-balai dan tilam, supaya, apabila Petrus lewat,   setidak-tidaknya bayangannya mengenai salah seorang dari mereka. 5:16 Dan juga orang banyak dari kota-kota di sekitar Yerusalem datang berduyun-duyun serta membawa orang-orang yang sakit dan orang-orang yang diganggu roh jahat. Dan mereka semua disembuhkan 
Apakah perbuatan itu dilakukan oleh seorang Petrus dengan bakat yg besar atau memiliki iman yg perkasa, orang super cerdas, orang yg berpengaruh, orang yg tidak pernah gagal dan dilahirkan untuk  sukses? Petrus adalah orang biasa tidak lebih dari diri kita!
a. Petrus pernah mengalami kemerosotan rohani
Tuhan Yesus memanggil  Petrus dengan sebutan Simon anak Yohanes ( Yohanes 21 : 15 )
b. Petrus berani menyangkal dan bersumpah Tuhan Yesus sebanyak tiga kali.(Lukas 22:34)
c. Petrus adalah orang yg omong besar, dimana perkataannya tidak sesuai dengan perbuatannya. (Matius 26 :33-35)
d. Petrus adalah seorang yg berlatar belakang nelayan, rakyat jelata, orang awam.
Jika pelayanan pekerjaan Tuhan mengharuskan orang memiliki kecakapan moral, kecakapan intelektual dan karakter yg mumpuni sebagai syarat pertama untuk terlibat dalam pekerjaan Tuhan. Sudah pasti seharusnya Petrus adalah orang pertama yg harus dicoret dalam daftar pelayanan. Namun justru Allah mengubahkan secara radikal kehidupan Petrus yg pernah gagal menjadi orang pertama dengan nama besar yg dicatat Alkitab dengan tinta emas sepanjang masa.
Walaupun Petrus sudah menjadi pemimpin rohani yg luar biasa perkasa imannnya, sejarah pernah mencatatnya bahwa ia hampir saja meninggalkan pelayanan di Roma karena tidak tahan melihat penderitaan orang percaya yg dibantai kaisar Nero ( quo vadis )

Menurut sejarah gereja menceritakan bahwa: Petrus meninggalkan kota Roma, melarikan diri karena tidak- tega melihat begitu banyak siksaan, aniaya yang dilakukan bangsa Romawi terhadap jemaat Kristen. Petrus hendak lari dari pembantaian bagi para pengikutnya yang setiap hari ia saksikan dengan mata kepalanya sendiri Pria maupun wanita, tua muda, maupun anak-anak yang mengaku diri pengikut Knstus harus bertarung melawan singa untuk mempertahankan hidup. Bisa dibayangkan, kita melihat singa kenyang, tidur saja takut, apalagi melihat singa lapar diberi umpan, dan umpannya adalah manusia, Rasanya hampir tidak ada yang luput dari sergapan singa lapar itu, bisa dipastikan tidak ada seorangpun yang hidup. Maka, wajar kalau Petrus tidak tahan menyaksikan hal dan mengambil keputusan meninggalkan kota Roma saja.
Tetapi apa yang terjadi? Ketika ia sudah ada diluar kota, la tiba-tiba bertemu dengan Yesus yang sedang memanggul salibNya. Dalam keterkejutannya Petrus bertanya kepada Yesus: "Quo Vadis, Domine?" artinya: "Tuhan mau kemana? " Yesus menjawab: "Aku hendak ke Roma untuk disalibkan sekali lagi disana!". Mendengar jawaban Yesus itu Petrus terkejut, merasa terpukul hatinya, maka tanpa pikir panjang kembali lagi ke Roma. Petrus meninggal dengan cara seperti Yesus disana, yaitu disalibkan. Tetapi Petrus merasa tidak sepantasnya meninggal seperti gurunya, maka ia meminta disalibkan tetapi kepalanya dibawah

Sekarang Tuhan Yesus sudah menyambutnya di sorga
Tuhan Yesus dengan sukacita menyapanya "WELCOME HOME" suatu kepastian untuk pulang kerumahnya sendiri disorga.
Sampai akhir hidupnya Petrus tetap mendedikasikan seluruh hidupnya kepada Tuhan menjadi pemimpin gereja di kota Roma sampai garis akhir bahkan mati sebagai martir Kristus.

Kenaikan Tuhan Yesus kesorga memberikan kesempatan kepada semua orang percaya: orang yg pernah gagal, orang yg hancur, orang biasa, yg tidak berpengalaman, orang yg tidak terpandang , semuanya tanpa kecuali DIBERI KESEMPATAN YG SAMA untuk dapat dipakai oleh Allah secara luar biasa sebagai alatNya.
Roh Kudus sanggup mengubahkan orang-orang biasa menjadi luar biasa.
Roh Kudus memampukan kita untuk sanggup memberikan hidup yg paling baik, mendedikasikan hidup secara murni.
Roh Kudus sanggup memampukan kita untuk mempersembahkan persembahan yg sejati kepada Allah.

Jika dasar kekristenan yg kita bangun berdiri diatas konstruksi yg benar:
a. Kekristenan harus dibangun diatas dasar FAKTA yg abadi,
b. Kekristenan dibangun diatas dasar RELASI yg abadi
c. Kekristenan dibangun diatas dasar VISI yg abadi

God Bless You
Spesial for Ascension day
by Haris Subagiyo

Membangun kerajaan sendiri dalam Kerajaan Allah


Tidak ada yg salah dengan kemakmuran yg dapat dinikmati dalam pelayanan. Tercapainya keberhasilan akademis, sehat, popularitas kepemimpinan, kekayaan material yg kokoh adalah kompensasi yg wajar dari prestasi keberhasilan dalam pelayanan. Namun menjadi seorang hamba Tuhan seharusnya berorientasi pada habitatnya sebagai hamba (budak/doulos). Orang yg mendedikasikan diri untuk bekerja tanpa syarat dan tidak punya HAK apapun atas diri sendiri. Namun sering kali bukti kerja keras , upaya kesalehan yg dibangun bahkan pengorbanan kita sebagai hamba Tuhan mengubah derajat karakter kita sebagai orang yg BERHAK mendapatkan AWARD  yg ideal bahkan tidak sepantasnya diperlakukan oleh keadaan, orang atau Tuhan dengan kondisi yg menyedihkan.
Kerajaan kenyamanan sering kita dirikan sebagai tuntutan kontribusi atas upaya-upaya logis dari pelayanan yg sudah kita kerjakan, sebagai hasilnya: KENYATAAN menjadi bertabrakan dengan HARAPAN.
Inilah realita pergumulan yg kita hadapi dalam menyatakan spiritualitas iman kepada Allah
 
Mazmur 73:1-28 
Mazmur ini merupakan ungkapan pribadi sedang sakit hati melihat kenyataan hidup yg tidak seharusnya dihadapi oleh seorang hamba Tuhan yg bernama  Asaf. 
Siapakah Asaf itu ?
  • Asaf bukanlah orang yang baru mengenal Tuhan. Ia adalah orang Lewi yang diangkat oleh raja Daud menjadi kepala pelayan di hadapan tabut Tuhan untuk menyanyikan pujian syukur dan memasyurkan nama Allah Israel (1 Taw 16:4-5). Ia adalah worship leadernya Bait Allah!
  • Seorang yang menjaga kekudusan hidup (ay 13)
Sebagai pribadi manusia, seorang hamba Tuhan sekalipun juga dapat mengalami transisi iman, kontraksi karena persoalan bahkan kegoncangan batin. Asaf menyampaikan dengan jujur kegalauan hatinya melihat realita yg tidak sesuai harapan. Ia kecewa karena usahanya untuk mempertahankan hati yang bersih dan membasuh tangannya tanda tidak bersalah ternyata tidak memberikan hasil yang diinginkannya. Ia justru mendapat tulah sepanjang hari dan kena hukum setiap pagi. Mengapa Asaf salah mempersepsikan Allah dalam hidupnya? Karena pelayanan Asaf memiliki konsep mendirikan kerajaan sendiri didalam kerajaan Allah
Rupanya Asaf beranggapan bahwa bila kita setia melayani dan rela berkorban bagi 
Tuhan, maka  Allah HARUS memberikan KOMPENSASI yg lebih besar dari segala 
usahanya. 

Bagaimana kita tahu ada kerajaan sendiri yg sedang dibangun dalam 
kerajaan Allah?
Perhatikan saja bagaimana respon Asaf terhadap persoalan-persoalan umum yg 
juga dihadapibanyak manusia tetapi dia menyatakan frustasinya yg sangat 
mendalam terhadap Allah:
  • Asaf mengalami kekecewaan, kegetiran dan pahit hati serasa ada dipersimpangan jalan.
  • Asaf menjadi cemburu terhadap orang fasik yang walaupun tidak mengenal Allah tetapi makmur: sehat, gemuk, kaya raya, tiada susah dan senang selamanya.  
  • Asaf pun mulai goyah imannya. Ia tidak bisa mencerna apa yang sedang terjadi sampai ia menganggap Allah tidak peduli dengan dirinya. 
Jadi karakteristik dari kerajaan yg sedang dibangun dalam kerajaan Allah adalah sbb:
1. Menempatkan pengabdian kepada Allah bukan sebagai usaha untuk      melayani 
Allah tetapi untuk mendapatkan pelayanan pribadi.
2. Tujuan yg dicapai dalam pelayanan adalah tecapainya kemakmuran
     jasmani 
3. Fokus iman yg dituju dalam pelayanan bukanlah pribadi Allah tetapi diri sendiri.

Dalam pergulatan hidupnya yg sulit, Allah memanfaatkan sebagai kesempatan untuk memproses Asaf , sampai akhirnya Asaf dibawa pada titik perubahan untuk kembali pada dedikasi awal sebagai hamba Tuhan yang melayani tanpa syarat.

Terjadi perubahan konsep berpikirnya , beremosi dan berespon kepada Allah:

a. Dalam kekecewaannya, Asaf tidak meninggalkan pelayanan justru bergiat mencari Allah (ayat 17) "sampai aku masuk ke dalam tempat kudus Allah, dan memperhatikan kesudahan mereka".
Pada saat Asaf mengalami kekecewaan , ia tidak lari dari pelayanannya. namun justru semakin mendekat pada Tuhan, dan mencari jawabannya pada Tuhan. 

b. Dalam ketidak mengertiannya, Asaf tidak menyalah keadaan ataupun orang disekitarnya (Ayat 1,18-20)"Sesungguhnya di tempat-tempat licin Kautaruh mereka, Kaujatuhkan mereka sehingga hancur"
Konsep berpikir dan pemahamannya mulai diubahkan oleh Tuhan. Ia tidak lagi cemburu terhadap orang-orang fasik yang berhasil dimiliki orang fasik. Sekaang ini yang ia ingini adalah Allah sendiri. 

c. Dalam kebimbangannya, Asaf tetap memilih Allah menjadi tujuan yg sangat menarik lebih dari apapun dan siapapun (Ayat 23-27)
"Siapa gerangan ada padaku di sorga selain Engkau? Selain Engkau tidak ada yang kuingini di bumi."
Ia tidak lagi mengingini kesehatan, kekayaan dan hal-hal lain yang : walaupun kita tidak memiliki apa-apa, tetaplah yang kita ingini selama-lamanya adalah Allah. 
Persoalan yg dihadapi Asaf masih belum diselesaikan Allah, keadaan sulit masih menekan hidupnya, orang-orang fasik masih melemparkan penghinaan kepadanya. Masih belum ada tanda-tanda perubahan disekitarnya! Situasi masih belum berubah tetapi Allah sudah MERESTORASI hati Asaf.

Sekarang ini,
Kerajaan pribadinya dalam pelayanan sudah dirobohkan
Tidak ada lagi kepentingan pribadi yg harus dipertahankan dalam pelayanan.
Dedekasi pelayanan kini kembali utuh dengan merindukan kualitas relasi yg makin dekat dengan Allah, mengekspresikan sukacita lebih dari apapun dan siapapun.

Allah tidak akan pernah melupakan sejumlah pengabdian pelayanan kita
karena janjiNya masih berlaku sampai sekarang ini!....
"Dalam pekerjaan Tuhan, segala jerih lelahmu tidak sia-sia" 
Jadi tanpa kita harus membangun kerajaan sendiri dalam pelayanan. 
Allah so pasti memberikan mahkotaNya kepada kita. Amin
GBU

by Haris Subagiyo